Mengenal Sampah Luar Angkasa dan Ancaman Bahaya yang Ditimbulkan
Minggu, 14 November 2021 - 14:07 WIB
Bayangkan, suatu hari orbit Bumi menjadi penuh sesak dengan satelit, kemudian ada dua satelit besar bertabrakan yang pecah menjadi potongan-potongan kecil. Kemudian potongan-potongan kecil itu berbenturan dengan satelit lain, memicu serangkaian tabrakan.
Tentu semakin banyak potongan sampah beterbangan di luar angkasa. Karena tabrakan ini, orbit Bumi menjadi semakin penuh dengan puing-puing. Sampai-sampai pada akhirnya, kita tidak akan memiliki ruang untuk meluncurkan lebih banyak roket dan satelit. Situasi seperti itu, populer disebut sebagai Sindrom Kessler.
Ini sebuah fenomena yang pertama kali dibayangkan oleh ilmuwan NASA Donald J Kessler pada tahun 1978. "Menemukan cara untuk menghapus setidaknya sebagian dari semua sampah antariksa itu harus menjadi prioritas global utama," Donald Kessler, Pensiunan Ilmuwan NASA dikutip dari laman zmescience.
Untungnya, kita belum sampai pada tahap itu. Namun, tabrakan seperti itu karena sampah luar angkasa pernah terjadi, meskipun masih jarang. Pada Maret 2021, Skuadron Kontrol Luar Angkasa ke-18 (18SPCS), sebuah unit kontrol ruang angkasa di bawah Angkatan Luar Angkasa AS mengkonfirmasi bahwa puing-puing kecil bernama Object 48078 menghantam satelit Yunhai 1-02 China.
Menurut Astrophysicist Jonathan McDowell, Object 48078 adalah sisa dari Zenet-2, roket Rusia yang diluncurkan pada tahun 1996. McDowell menambahkan bahwa "satelit Yunhai 1-02 pecah" setelah tabrakan.
Tentu semakin banyak potongan sampah beterbangan di luar angkasa. Karena tabrakan ini, orbit Bumi menjadi semakin penuh dengan puing-puing. Sampai-sampai pada akhirnya, kita tidak akan memiliki ruang untuk meluncurkan lebih banyak roket dan satelit. Situasi seperti itu, populer disebut sebagai Sindrom Kessler.
Ini sebuah fenomena yang pertama kali dibayangkan oleh ilmuwan NASA Donald J Kessler pada tahun 1978. "Menemukan cara untuk menghapus setidaknya sebagian dari semua sampah antariksa itu harus menjadi prioritas global utama," Donald Kessler, Pensiunan Ilmuwan NASA dikutip dari laman zmescience.
Untungnya, kita belum sampai pada tahap itu. Namun, tabrakan seperti itu karena sampah luar angkasa pernah terjadi, meskipun masih jarang. Pada Maret 2021, Skuadron Kontrol Luar Angkasa ke-18 (18SPCS), sebuah unit kontrol ruang angkasa di bawah Angkatan Luar Angkasa AS mengkonfirmasi bahwa puing-puing kecil bernama Object 48078 menghantam satelit Yunhai 1-02 China.
Menurut Astrophysicist Jonathan McDowell, Object 48078 adalah sisa dari Zenet-2, roket Rusia yang diluncurkan pada tahun 1996. McDowell menambahkan bahwa "satelit Yunhai 1-02 pecah" setelah tabrakan.
Lihat Juga :