Mengenal Sampah Luar Angkasa dan Ancaman Bahaya yang Ditimbulkan
Minggu, 14 November 2021 - 14:07 WIB
Sampah luar angkasa adalah istilah umum untuk menyebutkan bagian satelit yang sudah tidak dapat digunakan, komponen roket, dan puing-puing mesin yang beterbangan di antariksa. Foto/Ist/zmescience
Sampah luar angkasa adalah istilah umum untuk menyebutkan bagian satelit yang sudah tidak dapat digunakan, komponen roket, dan puing-puing mesin yang beterbangan di antariksa. Sampai saat ini, NASA telah melacak 27.000 benda semacam itu yang bergerak tanpa tujuan di orbit Bumi.
Sampah luar angkasa merupakan dampak dari aktivitas eksplorasi di antariksa yang semakin luas. Apalagi saat ini sudah ada perusahaan swasta seperti SpaceX dan Blue Origin, yang sangat aktif meluncurkan banyak satelit ke luar angkasa. (Baca juga; 4 Astronot Crew-3 NASA Sukses Meluncur ke Stasiun Luar Angkasa Internasional )
Berbeda ketika awal eksplorasi ruang angkasa, hanya ada beberapa lembaga yang akan mengirim satelit ke luar angkasa, seperti NASA, Roscosmos, dan Badan Antariksa Eropa. Saat ini total ada 6.542 satelit di orbit Bumi, tetapi hanya setengahnya yang benar-benar bekerja sesuai fungsinya.
Setengah lainnya tidak aktif atau menjadi sampah di luar angkasa. Namun, eksplorasi luar angkasa terus berkembang dan pada 2020 saja tercatat sudah lebih dari 1.200 satelit sudah diluncurkan ke orbit Bumi. (Baca juga; Jam Tangan Astronomia Ini Lebih Mahal dari Biaya Terbang ke Luar Angkasa )
Sampah luar angkasa merupakan dampak dari aktivitas eksplorasi di antariksa yang semakin luas. Apalagi saat ini sudah ada perusahaan swasta seperti SpaceX dan Blue Origin, yang sangat aktif meluncurkan banyak satelit ke luar angkasa. (Baca juga; 4 Astronot Crew-3 NASA Sukses Meluncur ke Stasiun Luar Angkasa Internasional )
Berbeda ketika awal eksplorasi ruang angkasa, hanya ada beberapa lembaga yang akan mengirim satelit ke luar angkasa, seperti NASA, Roscosmos, dan Badan Antariksa Eropa. Saat ini total ada 6.542 satelit di orbit Bumi, tetapi hanya setengahnya yang benar-benar bekerja sesuai fungsinya.
Setengah lainnya tidak aktif atau menjadi sampah di luar angkasa. Namun, eksplorasi luar angkasa terus berkembang dan pada 2020 saja tercatat sudah lebih dari 1.200 satelit sudah diluncurkan ke orbit Bumi. (Baca juga; Jam Tangan Astronomia Ini Lebih Mahal dari Biaya Terbang ke Luar Angkasa )
Lihat Juga :