Situs Al Jouf di Arab Saudi Diperkirakan Menyimpan Ratusan Ribu Harta Karun Arkeologi

Rabu, 10 November 2021 - 13:56 WIB
Sedangkan Prof Michael Petraglia dari Institut Max Planck menambahkan, Arab Saudi memiliki catatan arkeologi yang luar biasa dan kaya. Dengan analisis ilmiah yang tepat dari situs-situs tidak berdokumen, diperkirakan membutuhkan penelitian selama beberapa dekade. Dia memperkirakan ada ratusan ribu situs arkeologi yang belum ditemukan dan tidak terdokumentasi di Arab Saudi

Pada bulan Mei tahun 2021, lebih dari 1.000 mustatil – struktur batu prasejarah – ditemukan sebagai bagian dari proyek arkeologi besar. Mustatil merupakan monumen batu buatan manusia paling awal di dunia dan diperkirakan berusia lebih dari 7.000 tahun atau dari periode pra-Islam sebelumnya.

“Mengingat ada ribuan mustatil, perlu waktu bertahun-tahun untuk memahami fungsi dan peran yang sebenarnya dalam masyarakat Arab. Hipotesis tim kami, mustatil adalah bagian dari lanskap monumental, dibangun sebagai produk dari ritual berulang oleh masyarakat pastoral yang berada di lingkungan yang menantang,” kata Prof Petraglia.

Sebuah tim Arab Saudi-Austria, baru-baru ini mengungkapkan temuan baru di sebuah situs di Qurayyah, barat laut Arab Saudi. Dari aktivitas arkeologi yang dimulai pada tahun 2014, tim menemukan pemukiman berusia lebih dari 1.000 tahun lebih tua dari yang diperkirakan sebelumnya dari Zaman Perunggu awal.

Mereka menemukan dua ruang pemakaman dan prasasti seni cadas yang menampilkan enam jenis aksara atau bahasa kuno – Arab Kuno, Arab Selatan Kuno, Aram, Dadanitik, Thamudik, dan Nabataean. Pada Heritage Commission di Virtual Forum on Archaeological Discoveries di Arab Saudi, pada 2 dan 3 November 2021, 24 peneliti dari Saudi dan universitas internasional mempresentasikan temuan tentang barang antik yang ditemukan di Arab Saudi dari periode prasejarah hingga akhir abad ke-14.
(wib)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!