Artefak Berusia 3.500 Tahun Dikembalikan ke Irak Usai Dijarah saat Perang Teluk
Senin, 27 September 2021 - 19:06 WIB
Bagian dari cerita epik pertama kali ditemukan pada tahun 1853 di antara reruntuhan Perpustakaan Mesopotamia kuno Ashurbanipal di Nineveh (sekarang Irak utara). Teks kuno itu pertama kali diterjemahkan oleh George Smith.
Bagian dari cerita yang diterjemahkan Smith menggambarkan banjir besar, sebuah kapal yang berlabuh di atas gunung dan seekor burung yang dikirim untuk mencari tanah kering.
BACA JUGA: Cara Memperbarui WhatsApp yang Kedaluarsa dengan Mudah
Tablet Mimpi Gilgamesh dinamakan demikian karena berisi segmen epik di mana Gilgamesh menceritakan mimpinya kepada ibunya, dewi Sumeria Ninsun.
Menteri Kebudayaan Irak, Hassan Nadhem, mengatakan dalam pidatonya bahwa pengembalian artefak baru pertama kalinya. "Ini adalah pengembalian barang antik terbesar ke Irak, hasil dari upaya lama pihak berwenang Irak dengan kedutaan mereka di Washington," katanya.
Bagian dari cerita yang diterjemahkan Smith menggambarkan banjir besar, sebuah kapal yang berlabuh di atas gunung dan seekor burung yang dikirim untuk mencari tanah kering.
BACA JUGA: Cara Memperbarui WhatsApp yang Kedaluarsa dengan Mudah
Tablet Mimpi Gilgamesh dinamakan demikian karena berisi segmen epik di mana Gilgamesh menceritakan mimpinya kepada ibunya, dewi Sumeria Ninsun.
Menteri Kebudayaan Irak, Hassan Nadhem, mengatakan dalam pidatonya bahwa pengembalian artefak baru pertama kalinya. "Ini adalah pengembalian barang antik terbesar ke Irak, hasil dari upaya lama pihak berwenang Irak dengan kedutaan mereka di Washington," katanya.
(ysw)
Lihat Juga :