Google Earth Buramkan Kondisi Kota Gaza Usai Digempur Israel
Senin, 17 Mei 2021 - 20:21 WIB
Kiri: Gambar menara Hanadi Gaza di Google Earth saat ini. Kanan: gambar satelit resolusi tinggi yang menunjukkan menara sudah hancur.
Mengapa citra satelit penting?
Penggunaan citra satelit telah menjadi elemen penting dalam pelaporan konflik. Tetapi ketersediaan gambar rinci juga dapat membahayakan keamanan militer.
Dalam konfrontasi Timur Tengah terbaru, para penyelidik berusaha untuk menguatkan lokasi tembakan rudal dan bangunan yang menjadi sasaran di Gaza dan Israel, menggunakan satelit.
Namun, di Google Earth , platform gambar yang paling banyak digunakan, citra terbaru untuk Gaza memiliki resolusi rendah dan karenanya kabur.
BACA JUGA: Gunakan Enam Roda, Pikap Mercedes X-Class Jad Tampil Brutal
"Gambar Google Earth terbaru berasal dari tahun 2016 dan terlihat seperti sampah. Saya memperbesar beberapa daerah pedesaan Suriah secara acak dan telah ada lebih dari 20 gambar yang diambil sejak saat itu, dalam resolusi yang sangat tinggi," tweet Aric Toler, seorang jurnalis untuk Bellingcat.
Google mengatakan tujuannya adalah untuk menjaga tempat-tempat padat penduduk diperbarui secara teratur tetapi ini tidak terjadi di Gaza.
Mengapa citra satelit penting?
Penggunaan citra satelit telah menjadi elemen penting dalam pelaporan konflik. Tetapi ketersediaan gambar rinci juga dapat membahayakan keamanan militer.
Dalam konfrontasi Timur Tengah terbaru, para penyelidik berusaha untuk menguatkan lokasi tembakan rudal dan bangunan yang menjadi sasaran di Gaza dan Israel, menggunakan satelit.
Namun, di Google Earth , platform gambar yang paling banyak digunakan, citra terbaru untuk Gaza memiliki resolusi rendah dan karenanya kabur.
BACA JUGA: Gunakan Enam Roda, Pikap Mercedes X-Class Jad Tampil Brutal
"Gambar Google Earth terbaru berasal dari tahun 2016 dan terlihat seperti sampah. Saya memperbesar beberapa daerah pedesaan Suriah secara acak dan telah ada lebih dari 20 gambar yang diambil sejak saat itu, dalam resolusi yang sangat tinggi," tweet Aric Toler, seorang jurnalis untuk Bellingcat.
Google mengatakan tujuannya adalah untuk menjaga tempat-tempat padat penduduk diperbarui secara teratur tetapi ini tidak terjadi di Gaza.
Lihat Juga :