Astronom Temukan Planet Teraman untuk Dihuni Makhluk Hidup di Bima Sakti
Rabu, 31 Maret 2021 - 17:37 WIB
Zona Galactic Goldilocks
Banyak faktor yang membuat planet bisa dihuni. Misalnya, planet harus berada di zona Goldilocks, di mana panas dan aktivitas dari bintang induknya tidak terlalu banyak atau terlalu sedikit. Namun selain kondisi lokal ini, kehidupan juga harus memerangi radiasi berbahaya yang datang dari ruang antarbintang.
Peristiwa kosmik yang dahsyat, seperti supernova dan semburan sinar gamma, mengalirkan partikel berbahaya berenergi tinggi dengan kecepatan mendekati kecepatan cahaya. Tidak hanya mereka dapat membunuh semua makhluk hidup yang kita ketahui, partikel-partikel ini juga dapat melucuti seluruh atmosfer planet terdampak.
Setelah kejadian seperti itu, para ilmuwan percaya planet yang mengorbit pada sistem bintang di dekatnya akan terhapus dari kehidupan. "Untuk planet yang sangat dekat dengan ledakan bintang, masuk akal bahwa ada sterilisasi lengkap," kata Spinelli kepada Live Science. "Di tempat yang jauh itu, kepunahan massal lebih mungkin terjadi."
Para penulis dalam studi, menyatakan, ledakan sinar gamma di dekatnya telah memainkan peran utama dalam peristiwa kepunahan massal Ordovisium sekitar 450 juta tahun lalu -yang terbesar kedua dalam sejarah Bumi. Meskipun tidak ada bukti konkret yang mengaitkan ledakan sinar gamma tertentu dengan peristiwa kepunahan ini, para penulis berpikir hal itu mungkin terjadi, mengingat posisi Bumi di galaksi.
Dengan menggunakan model pembentukan dan evolusi bintang, para astronom menghitung kapan wilayah tertentu galaksi akan dibanjiri radiasi pembunuh. Pada awal sejarah galaksi, galaksi bagian dalam hingga sekitar 33.000 tahun cahaya diterangi dengan pembentukan bintang yang intens, yang membuatnya tidak ramah. Pada saat ini, galaksi sering diguncang oleh ledakan kosmik yang kuat, tetapi daerah terluar, yang memiliki lebih sedikit bintang, sebagian besar terhindar dari bencana alam ini.
Banyak faktor yang membuat planet bisa dihuni. Misalnya, planet harus berada di zona Goldilocks, di mana panas dan aktivitas dari bintang induknya tidak terlalu banyak atau terlalu sedikit. Namun selain kondisi lokal ini, kehidupan juga harus memerangi radiasi berbahaya yang datang dari ruang antarbintang.
Peristiwa kosmik yang dahsyat, seperti supernova dan semburan sinar gamma, mengalirkan partikel berbahaya berenergi tinggi dengan kecepatan mendekati kecepatan cahaya. Tidak hanya mereka dapat membunuh semua makhluk hidup yang kita ketahui, partikel-partikel ini juga dapat melucuti seluruh atmosfer planet terdampak.
Setelah kejadian seperti itu, para ilmuwan percaya planet yang mengorbit pada sistem bintang di dekatnya akan terhapus dari kehidupan. "Untuk planet yang sangat dekat dengan ledakan bintang, masuk akal bahwa ada sterilisasi lengkap," kata Spinelli kepada Live Science. "Di tempat yang jauh itu, kepunahan massal lebih mungkin terjadi."
Para penulis dalam studi, menyatakan, ledakan sinar gamma di dekatnya telah memainkan peran utama dalam peristiwa kepunahan massal Ordovisium sekitar 450 juta tahun lalu -yang terbesar kedua dalam sejarah Bumi. Meskipun tidak ada bukti konkret yang mengaitkan ledakan sinar gamma tertentu dengan peristiwa kepunahan ini, para penulis berpikir hal itu mungkin terjadi, mengingat posisi Bumi di galaksi.
Dengan menggunakan model pembentukan dan evolusi bintang, para astronom menghitung kapan wilayah tertentu galaksi akan dibanjiri radiasi pembunuh. Pada awal sejarah galaksi, galaksi bagian dalam hingga sekitar 33.000 tahun cahaya diterangi dengan pembentukan bintang yang intens, yang membuatnya tidak ramah. Pada saat ini, galaksi sering diguncang oleh ledakan kosmik yang kuat, tetapi daerah terluar, yang memiliki lebih sedikit bintang, sebagian besar terhindar dari bencana alam ini.
Lihat Juga :