Pesan-pesan Ini Dikirim Manusia ke Luar Angkasa dengan Harapan Dijawab Alien
Selasa, 23 Maret 2021 - 10:11 WIB
Voyagers 1 dan 2 diluncurkan pada 1977 untuk menjelajahi Tata Surya kita dan ruang antarbintang. Masing-masing membawa Rekaman Emas yang berisi musik, suara sekitar dari Bumi, dan 116 gambar planet dan Tata Surya kita.
Pesawat ruang angkasa Voyager masih melintasi ruang antarbintang, menunggu untuk ditemukan. Tapi kemungkinan itu terjadi? "Nol," kata Sheri Wells-Jensen, ahli bahasa di Bowling Green State University di Ohio yang berspesialisasi dalam kecerdasan luar angkasa.
"Itu hanya upaya yang indah dan puitis, indah, dan berani yang benar-benar meringkas yang terbaik dari kita, bahkan jika itu tidak ada gunanya dalam hal berkomunikasi," kata Wells-Jensen melalui Live Science.
Para ahli setuju kemungkinan salah satu dari upaya ini akan mencapai peradaban asing rendah. Hasil itu tentu saja tergantung pada apakah ada kehidupan asing di sistem bintang kita. Tetapi kehidupan yang dimaksud juga harus mendengarkan sinyal radio dengan cermat dan cukup memahami tentang matematika dan sains untuk menafsirkan pesan kita.
Akhirnya, pesan yang kita kirim cenderung berasumsi alien ini merasakan alam semesta dengan cara yang sama seperti yang manusia lakukan yakni dengan pendengaran dan penglihatan.
Tapi itu tidak berarti semua pesan ini tidak ada gunanya. "Kami sedang mencari. Mengapa mereka tidak mencari?" ujar Wells-Jensen.
Dan jika pesan manusia tidak dapat dipahami oleh makhluk hipotetis ini? "Tidak apa-apa. Saya pikir hal terpenting yang pernah kami katakan adalah kami ada," tegasnya. Baca juga: Batal Dimakamkan, PM Minta Jenazah Korban Penganiayaan Oknum TNI AD Diotopsi
Pesawat ruang angkasa Voyager masih melintasi ruang antarbintang, menunggu untuk ditemukan. Tapi kemungkinan itu terjadi? "Nol," kata Sheri Wells-Jensen, ahli bahasa di Bowling Green State University di Ohio yang berspesialisasi dalam kecerdasan luar angkasa.
"Itu hanya upaya yang indah dan puitis, indah, dan berani yang benar-benar meringkas yang terbaik dari kita, bahkan jika itu tidak ada gunanya dalam hal berkomunikasi," kata Wells-Jensen melalui Live Science.
Para ahli setuju kemungkinan salah satu dari upaya ini akan mencapai peradaban asing rendah. Hasil itu tentu saja tergantung pada apakah ada kehidupan asing di sistem bintang kita. Tetapi kehidupan yang dimaksud juga harus mendengarkan sinyal radio dengan cermat dan cukup memahami tentang matematika dan sains untuk menafsirkan pesan kita.
Akhirnya, pesan yang kita kirim cenderung berasumsi alien ini merasakan alam semesta dengan cara yang sama seperti yang manusia lakukan yakni dengan pendengaran dan penglihatan.
Tapi itu tidak berarti semua pesan ini tidak ada gunanya. "Kami sedang mencari. Mengapa mereka tidak mencari?" ujar Wells-Jensen.
Dan jika pesan manusia tidak dapat dipahami oleh makhluk hipotetis ini? "Tidak apa-apa. Saya pikir hal terpenting yang pernah kami katakan adalah kami ada," tegasnya. Baca juga: Batal Dimakamkan, PM Minta Jenazah Korban Penganiayaan Oknum TNI AD Diotopsi
(iqb)
Lihat Juga :