Ganja Berbahaya Bagi Orang yang Sering Sakit Kepala

Rabu, 03 Maret 2021 - 06:16 WIB
"Sakit kepala ini memengaruhi sekitar 1% hingga 3% orang pada populasi umum dan hampir sepertiga dari pasien yang mencari pengobatan untuk sakit kepala di klinik khusus, seperti Pusat Sakit Kepala Stanford," kata penulis studi Niushen Zhang, asisten profesor klinis dan Direktur Program Beasiswa Sakit Kepala di Fakultas Kedokteran Universitas Stanford.

Sekarang, dalam studi baru mereka, Zhang dan rekannya menemukan bahwa orang dengan migrain kronis muncul enam kali lebih mungkin untuk mengalami sakit kepala berulang jika mereka menggunakan ganja dibandingkan pasien migrain yang tidak menggunakan obat tersebut. Para ilmuwan akan mempresentasikan penelitian yang tidak dipublikasikan di Pertemuan Tahunan ke-73 American Academy of Neurology, yang akan diadakan secara virtual pada bulan April mendatang.

"Studi ini menunjukkan ada semacam hubungan antara penggunaan ganja dan sakit kepala akibat penggunaan obat yang berlebihan pada orang dengan migrain kronis," kata Zhang.

Zhang menjelaskan, sebagai catatan, penelitian ini masih dalam tahap awal dan tidak jelas saat ini apakah pasien menggunakan ganja untuk mengobati sakit kepala akibat penggunaan obat. Atau jika ganja berkontribusi pada pengembangan sakit kepala akibat penggunaan obat yang berlebihan, atau keduanya.

Penelitian di masa depan akan diperlukan untuk menentukan apakah ganja berkontribusi pada munculnya sakit kepala rebound. "Jika demikian, apa artinya bagi mereka yang menderita migrain kronis," imbuhnya.

"Untuk saat ini, masih terlalu dini untuk memberikan rekomendasi klinis berdasarkan temuan saat ini," tambah Zhang.

Zhang dan rekannya meluncurkan penelitian mereka setelah memerhatikan sejumlah pasiennya dengan migrain kronis. Sementara departemen kesehatan juga menggunakan produk ganja," katanya.

Karena hanya ada sedikit penelitian tentang penggunaan ganja dan gangguan sakit kepala ini, tim memutuskan untuk mengeksplorasi hubungan tersebut lebih lanjut. "Penelitian kami adalah yang pertama dari jenisnya untuk menilai risiko sakit kepala akibat penggunaan obat yang berlebihan pada pasien migrain kronis yang menggunakan ganja," ungkap Zhang.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!