Bumi Berdenyut 26 Detik Sekali, Kondisi Genting atau Fenomena Biasa?

Jum'at, 19 Februari 2021 - 07:57 WIB
Hampir 20 tahun setelah penelitian Oliver, Gary Holcomb, seorang ahli geologi dari US Geological Survey mengamati lebih dekat gempa kecil pada tahun 1980. Dia memastikan bahwa selama badai, mikroseisme adalah yang terkuat. Itu adalah penyelidikan terfokus terakhir terhadap gempa yang aneh dan hampir tidak terlihat.

Melakukan Triangulasi Asalnya

Betapa beruntungnya, pada tahun 2005 ketika Greg Bensen, seorang mahasiswa pascasarjana saat itu, diminta oleh penasihatnya untuk mempresentasikan data seismik yang telah dia pelajari, sebuah penemuan menarik dibuat.

Ritzwoller menceritakan bahwa ketika Bensen menganalisis beberapa data, dia melihat sinyal kuat yang muncul dari lokasi yang jauh. "Segera setelah kami melihat ini, (peneliti pasca doktoral Nikolai Shapiro) dan saya menyadari bahwa ada sesuatu yang aneh, tetapi kami tidak tahu apa itu," kata Ritzwoller, menurut Discover.



Faktanya, tim bahkan berhasil menemukan asal nadi —di suatu tempat di Teluk Guinea, jauh dari pantai barat Afrika. Tim meneliti penelitian Oliver dan Holcomb dan melakukan penelitian pada 2006. Namun penyebab pasti dari denyut nadi belum disepakati. Sementara beberapa mengaitkannya dengan gelombang, yang lain menganggap aktivitas vulkanik yang bertanggung jawab.

Menemukan Sumber di Tengah 'Kebisingan'
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!