Tidak Perlu Impor, UI dan Industri Siap Produksi 1 Juta Flocked Swab
Minggu, 17 Mei 2020 - 18:01 WIB
Riset tentang Flocked Swab melibatkan para insinyur dari Fakultas Teknik (FTUI) dan dokter dari Fakultas Kedokteran (FKUI) di bawah naungan Direktorat Inovasi dan Science Techno Park UI (DISTP UI). Sebelum diproduksi, prototipe HS 19 telah melewati sejumlah proses pengujian dari Laboratorium Mikrobiologi FKUI untuk memastikan produk telah aman digunakan bagi tenaga kesehatan maupun pasien.
Rektor UI Prof. Ari Kuncoro, SE, MA, Ph.D. mengatakan bahwa kolaborasi pendidikan tinggi dan industri mutlak dilakukan dalam menghadapi situasi pandemi COVID-19. Sinergi tersebut berhasil menciptakan HS 19 yang telah diproduksi sebanyak 50.000 unit pada batch pertama dan telah diserahkan pada Kamis (14/5) kepada jaringan dokter Fakultas Kedokteran UI (FKUI) Angkatan '95 untuk didistribusikan ke berbagai rumah sakit yang membutuhkan.
"Target kami adalah mencapai produksi 1 juta unit pada Juni tahun ini, yang kemudian akan disumbangkan secara gratis kepada pemerintah untuk didistribusikan kepada rumah sakit dan laboratorium rujukan COVID-19 di seluruh Indonesia," tambah Kuncoro.
Lebih lanjut, Dekan FTUI, Dr. Ir. Hendri DS Budiono, M.Eng. menuturkan bahwa sinergi yang terjalin antara UI, industri, dan pemerintah mampu mewujudkan hilirisasi riset yang berguna bagi negeri. Ini merupakan kolaborasi anak negeri yang membanggakan bagi ibu pertiwi.
"Kami tengah membangun iklim kolaborasi dalam pengembangan riset dan inovasi di UI secara umum dan secara khususnya di bidang alat-alat kesehatan," kata Budiono.
Selain memperoleh bantuan dari Konsorsium, pengembangan produk HS 19 juga didanai oleh hibah Program Pendanaan Perancangan dan Pengembangan Purwarupa (P5) DISTP UI. Pihak industri yang terlibat menjalankan peranannya masing-masing guna mendukung terciptanya HS 19.
Rektor UI Prof. Ari Kuncoro, SE, MA, Ph.D. mengatakan bahwa kolaborasi pendidikan tinggi dan industri mutlak dilakukan dalam menghadapi situasi pandemi COVID-19. Sinergi tersebut berhasil menciptakan HS 19 yang telah diproduksi sebanyak 50.000 unit pada batch pertama dan telah diserahkan pada Kamis (14/5) kepada jaringan dokter Fakultas Kedokteran UI (FKUI) Angkatan '95 untuk didistribusikan ke berbagai rumah sakit yang membutuhkan.
"Target kami adalah mencapai produksi 1 juta unit pada Juni tahun ini, yang kemudian akan disumbangkan secara gratis kepada pemerintah untuk didistribusikan kepada rumah sakit dan laboratorium rujukan COVID-19 di seluruh Indonesia," tambah Kuncoro.
Lebih lanjut, Dekan FTUI, Dr. Ir. Hendri DS Budiono, M.Eng. menuturkan bahwa sinergi yang terjalin antara UI, industri, dan pemerintah mampu mewujudkan hilirisasi riset yang berguna bagi negeri. Ini merupakan kolaborasi anak negeri yang membanggakan bagi ibu pertiwi.
"Kami tengah membangun iklim kolaborasi dalam pengembangan riset dan inovasi di UI secara umum dan secara khususnya di bidang alat-alat kesehatan," kata Budiono.
Selain memperoleh bantuan dari Konsorsium, pengembangan produk HS 19 juga didanai oleh hibah Program Pendanaan Perancangan dan Pengembangan Purwarupa (P5) DISTP UI. Pihak industri yang terlibat menjalankan peranannya masing-masing guna mendukung terciptanya HS 19.
Lihat Juga :