Mahasiswa UI Gagas Sistem Evaluasi Pendidikan Jarak Jauh

Sabtu, 19 Desember 2020 - 20:10 WIB
Di tengah masa pandemi Covid-19, PJJ semakin dekat dengan sivitas akademika untuk meningkatkan mutu dan relevansi pendidikan. Pelaksanaan PJJ diperlukan adanya kerangka evaluasi yang jelas dan beralasan karena turut serta menjadi tulang punggung kegiatan belajar mengajar.

“Kerangka evaluasie-learning turut mempertimbangkan aspek organisasi, pedagogi, dan teknologi. Tujuannya adalah untuk mengkonsolidasikan aspek multidimensi evaluasie-learning dengan menerapkanBalance Scorecard (BSC) sebagai metode pengukuran strategis,” Kata Agatha dari pers rilis yang diterima tim SINDOnews.

Untuk mengidentifikasi ukuran setiap perspektif, tim melakukanreview literatur yang komprehensif dan menggunakan analisis survei. Penelitian ini memperkenalkan kerangka kerja untuk menilai sisteme-learning menggunakanFuzzy Analytic Hierarchy Process (FAHP) dan BSC.

Erlinda menjelaskan hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat tiga perspektif aspek kerangka kerja untuk evaluasi e-learning di Indonesia. Ini mencakup perspektif pengguna, perspektif proses internal, dan perspektif pembelajaran dan pengembangan dengan total 15 kriteria.

“Perspektif pembelajaran dan pengembangan memiliki prioritas tertinggi. Sementara, kriteria dengan prioritas tertinggi dalam perpektif pembelajaran dan pengembangan adalah skalabilitas sistem e-learning,” ungkap Erlinda.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!