Dari 700 Baru 7 Aksara Nusantara Memasuki Dunia Digitalisi
Minggu, 13 Desember 2020 - 10:15 WIB
Untuk itu, Pandi menggandeng pemerintah daerah agar memasyarakatkan aksara daerahnya dalam program itu. Sejumlah caranya yaitu mengadakan lomba dan website pemerintah yang menggunakan aksara tersebut. Menurut dia, saat ini Bali tengah merancang peraturan daerah untuk mempergunakan aksaranya di setiap tempat bersama dengan bahasa Indonesia dan lainnya sebagai keterangan.
"Bali tengah menggodok hal itu untuk dijadikan Perda," tambahnya.
Ia mengakui tidak mudah untuk memasukkan ratusan aksara Nusantara dalam Unicode. Pasalnya, Pandi mesti mempertemukan komunitas aksara dan budaya dengan teknologi informasi. Ini disebabkan yang tahu tentang aksara tersebut ialah komunitas aksara dan budaya. Pihaknya membantu biaya untuk pencantuman aksara ke standar Unicode sebesar US$7.500 per tahun.
Sementara itu , Wakil Dewan Pembina YALN, Andi Alifian Mallarangeng mengatakan, lomba dan website yang menggunakan aksara akan menggairahkan kembali dan membuktikan bahwa aksara nusantara masih tetap ada hingga sekarang.
"Bali tengah menggodok hal itu untuk dijadikan Perda," tambahnya.
Ia mengakui tidak mudah untuk memasukkan ratusan aksara Nusantara dalam Unicode. Pasalnya, Pandi mesti mempertemukan komunitas aksara dan budaya dengan teknologi informasi. Ini disebabkan yang tahu tentang aksara tersebut ialah komunitas aksara dan budaya. Pihaknya membantu biaya untuk pencantuman aksara ke standar Unicode sebesar US$7.500 per tahun.
Sementara itu , Wakil Dewan Pembina YALN, Andi Alifian Mallarangeng mengatakan, lomba dan website yang menggunakan aksara akan menggairahkan kembali dan membuktikan bahwa aksara nusantara masih tetap ada hingga sekarang.
Lihat Juga :