Sampel Asteroid Ryugu Menjawab Kebenaran Tata Surya dari Induk yang Sama
Senin, 07 Desember 2020 - 08:59 WIB
"Interaksi ini dipertahankan hingga hari ini di benda primitif (asteroid tipe C). Jadi mengembalikan sampel dari benda ini untuk analisis akan menjelaskan asal-usul dan evolusi tata surya dan blok bangunan kehidupan," katanya lagi.
Memiliki sampel di Bumi adalah kunci mengungkap tata surya. Ilmuwan di laboratorium di seluruh dunia dapat meneliti batuan kosmik secara jauh lebih detail daripada Hayabusa2, atau penyelidikan lain yang dilakukan sendiri di luar angkasa. Kemurnian material yang dikembalikan juga merupakan nilai jual utama.
Para peneliti sudah memiliki akses ke banyak meteorit, tetapi sampel asteroid ini telah diubah secara signifikan oleh perjalanan mereka melalui atmosfer Bumi dan waktu mereka di permukaan planet ini.
Perjalanan Panjang Habuyasa2
Memiliki berat 690 kilogram, pesawat luar angkasa Hayabusa2 diluncurkan pada Desember 2014. Pesawat bertemu dengan Asteroid Ryugu pada 27 Juni 2018, memulai kampanye eksplorasi yang epik.
Memiliki sampel di Bumi adalah kunci mengungkap tata surya. Ilmuwan di laboratorium di seluruh dunia dapat meneliti batuan kosmik secara jauh lebih detail daripada Hayabusa2, atau penyelidikan lain yang dilakukan sendiri di luar angkasa. Kemurnian material yang dikembalikan juga merupakan nilai jual utama.
Para peneliti sudah memiliki akses ke banyak meteorit, tetapi sampel asteroid ini telah diubah secara signifikan oleh perjalanan mereka melalui atmosfer Bumi dan waktu mereka di permukaan planet ini.
Perjalanan Panjang Habuyasa2
Memiliki berat 690 kilogram, pesawat luar angkasa Hayabusa2 diluncurkan pada Desember 2014. Pesawat bertemu dengan Asteroid Ryugu pada 27 Juni 2018, memulai kampanye eksplorasi yang epik.
Lihat Juga :