Produk Pangan Bisa Dilacak ke Asalnya Naikkan Kepercayaan Konsumen
Kamis, 19 November 2020 - 03:18 WIB
"Ketika ditanya apa manfaat utama solusi track and trace berbasis teknologi, 6 dari 10 leader itu menyebut antara lain menurunnya risiko berkat penanganan yang lebih baik, pengiriman, penyimpanan, serta tracking produk yang mudah rusak," paparnya.
Lalu, sebanyak 41% leader di industri makanan dan minuman menyatakan RFID tag lebih baik dibandingkan teknologi lain dalam hal meningkatkan traceability produk makanan di dalam supply chain. Sayangnya, saat ini baru 31% perusahaan yang menggunakan teknologi ini.
Mobile computer dan tablet, mobile barcode label printer, scanner, dan label serta tag khusus, akan menjadi faktor utama bagi perusahaan untuk meraih kepercayaan konsumen dan memberikan informasi yang lebih transparan kepada para konsumen mereka.
Sekitar 90% leader di industri makanan dan minuman punya ekspektasi akan menggunakan rugged handheld mobile computer dengan scanner, barcode scanners, dan mobile barcode label printers dalam waktu lima tahun ke depan. Teknologi-teknologi ini akan membantu mereka melakukan pengelolaan dan tracking produk makanan secara digital, serta menyediakan berbagai informasi terkait yang dibutuhkan oleh konsumen.
“Zebra memiliki beragam portofolio solusi yang akan mentransformasi supply chain makanan mulai dari saat makanan itu diproduksi sampai terhidang di meja konsumen,” kata Aik Jin, Tan, Vertical Solutions Lead, Zebra Technologies Asia Pacific.
Perusahaan, jelas dia, dapat memilih mulai dari solusi track and trace level basic dengan menyandingkan mobile printer ZQ511 dan ZQ521 dengan scanner CS60 Series untuk pencetakan barcode dan scanning. Mereka juga bisa memilih beberapa solusi RFID, antara lain RFID mobile printer ZQ511 dan ZQ521 dipasangkan dengan handheld mobile computer TC52x/57x dan RFID reader RFD8500 atau scanner RFID yang umum.
"Dengan cara ini, perusahaan tersebut akan memiliki visibilitas yang real-time dan upaya track and trace pun meningkat drastis,” klaim Aik Jin. (Baca juga: Batu Meteornya Disebut Laku Rp26 Miliar, Pengakuan Joshua Hutagalung Bikin Kaget! )
Untuk diketahui, Food Safety Supply Chain Vision Study dari Zebra melibatkan 4.957 konsumen dan 462 leader di industri makanan dan minuman dari sektor manufacturing, transportasi & logistik, retail, dan distribusi grosir di Amerika Utara, Amerika Latin, Asia-Pasifik dan Eropa. Mereka diwawancarai pada Januari 2020 oleh Azure Knowledge Corporation.
Lalu, sebanyak 41% leader di industri makanan dan minuman menyatakan RFID tag lebih baik dibandingkan teknologi lain dalam hal meningkatkan traceability produk makanan di dalam supply chain. Sayangnya, saat ini baru 31% perusahaan yang menggunakan teknologi ini.
Mobile computer dan tablet, mobile barcode label printer, scanner, dan label serta tag khusus, akan menjadi faktor utama bagi perusahaan untuk meraih kepercayaan konsumen dan memberikan informasi yang lebih transparan kepada para konsumen mereka.
Sekitar 90% leader di industri makanan dan minuman punya ekspektasi akan menggunakan rugged handheld mobile computer dengan scanner, barcode scanners, dan mobile barcode label printers dalam waktu lima tahun ke depan. Teknologi-teknologi ini akan membantu mereka melakukan pengelolaan dan tracking produk makanan secara digital, serta menyediakan berbagai informasi terkait yang dibutuhkan oleh konsumen.
“Zebra memiliki beragam portofolio solusi yang akan mentransformasi supply chain makanan mulai dari saat makanan itu diproduksi sampai terhidang di meja konsumen,” kata Aik Jin, Tan, Vertical Solutions Lead, Zebra Technologies Asia Pacific.
Perusahaan, jelas dia, dapat memilih mulai dari solusi track and trace level basic dengan menyandingkan mobile printer ZQ511 dan ZQ521 dengan scanner CS60 Series untuk pencetakan barcode dan scanning. Mereka juga bisa memilih beberapa solusi RFID, antara lain RFID mobile printer ZQ511 dan ZQ521 dipasangkan dengan handheld mobile computer TC52x/57x dan RFID reader RFD8500 atau scanner RFID yang umum.
"Dengan cara ini, perusahaan tersebut akan memiliki visibilitas yang real-time dan upaya track and trace pun meningkat drastis,” klaim Aik Jin. (Baca juga: Batu Meteornya Disebut Laku Rp26 Miliar, Pengakuan Joshua Hutagalung Bikin Kaget! )
Untuk diketahui, Food Safety Supply Chain Vision Study dari Zebra melibatkan 4.957 konsumen dan 462 leader di industri makanan dan minuman dari sektor manufacturing, transportasi & logistik, retail, dan distribusi grosir di Amerika Utara, Amerika Latin, Asia-Pasifik dan Eropa. Mereka diwawancarai pada Januari 2020 oleh Azure Knowledge Corporation.
(iqb)
Lihat Juga :