Menghitung Masa Depan Transmisi Manual, Ditinggalkan atau Dipertahankan?

Kamis, 12 November 2020 - 10:51 WIB
Saat ini banyak orang masih memuja transmisi manual karena memang dianggap masih memberikan koneksi yang kuat antara pengemudi dan mobil. Selain itu anggapan akan tingginya efisiensi bahan bakar yang diberikan transmisi manual masih terus. Padahal saat ini teknologi transmisi otomatis juga tidak kalah menyenangkannya ketika digunakan. Presisi dan koneksi yang terjadi di transmisi manual juga terasa di transmisi otomatis berkat penggunaan teknologi kopling ganda. "Kondisi ini sama seperti masyarakat melihat electric window, sekarang semua orang sudah menerima dengan sangat terbuka pada transmisi otomatis," ujar Felipe Munoz, analis dari Jato Dynamic.

Tuntutan untuk menggunakan transmisi otomatis semakin mendesak karena hadirnya teknologi elektrifikasi mulai dari hybrid hingga full battery. Teknologi itu hanya bisa didukung oleh transmisi otomatis. (Baca juga : Mazda Indonesia Merasa Tidak Ketinggalan dalam Akselerasi Mobil Listrik )



Begitu juga dengan tuntutan emisi yang sesuai regulasi. Transmisi manual dianggap tidak bisa memberikan optimalisasi mesin dalam menekan angka emisi. Pasalnya pengguna transmisi manual hanya bisa memperkirakan kapan terjadinya perpindahan transmisi berdasarkan keputusannya sendiri.

Sementara perpindahan transmisi otomatis dilakukan secara komputerisasi. Perhitungannya sudah dilakukan dengan teliti guna mendapatkan tingkat emisi yang telah ditentukan. "Menggunakan transmisi manual itu kerap membuang-buang waktu, karena perpindahannya dilakukan secara individual berdasarkan keinginan penggunanya," ucap Marcus Keith, Seat Chief of Vehicle Development.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!