10 Ikhtiar Konservasi Habitat Paling Sukses di Dunia
Minggu, 08 November 2020 - 12:29 WIB
Data menyebutkan, penggerak utama perdagangan ilegal satwa liar adalah permintaan konsumen asal China dan telah mengancam berbagai spesies hewan di Afrika seperti badak, gajah, dan trenggiling. Tahun 2019 pemerintah China tegas melarang pemrosesan komersial cula badak, menutup pasar domestik gading gajah dan memperketat lebih lanjut undang-undang negara tentang perdagangan spesies langka. (Baca juga: Patung-patung Termahal di Dunia, Harganya Bisa untuk Hidup 7 Turunan)
4. Penemuan Kembali Mamalia Chevrotain yang Hampir Punah
Pada November 2019, jurnal ilmiah Nature Ecology and Evolution menerbitkan bahwa mereka telah menemukan silverback chevrotain (Tragulus versicolor). Spesies ini adalah mamalia seperti rusa, ukuran kucing kecil seperti kelinci. Ini terdaftar oleh Global Wildlife Conservation sebagai mamalia pertama dari 25 spesies mamalia yang paling dicari untuk ditemukan kembali setelah mereka hilang. Sebelum ditemukan kembali pada 2019, hanya ada satu catatan tentang spesies ini sejak 1907, yang dikumpulkan di pantai selatan Vietnam dekat Nha Trang. Mamalia bukan tikus atau rusa, tetapi itu adalah ungulata terkecil di dunia.
5. Penemuan Spesies Langka Anjing Dingo Ras Murni
Seekor anak anjing kecil ditemukan di Kota Victoria Wandiligong Australia pada Agustus 2019. Awalnya, anak anjing itu dikira rubah tetapi hasil sampel tes DNA menunjukkan bahwa anak anjing itu adalah dingo ras murni.
Dingo alpine di Australia adalah spesies langka di ambang kepunahan. Anak anjing dingo diberi nama Wandi yang berasal dari nama kota tempat ia diselamatkan. Saat ini, ada 40 dingo dalam program pemuliaan dan Wandi telah bergabung dengan mereka. (Baca juga: Arkeolog Israel Menemukan 'Wajah Tuhan')
6. Konservasi Badak Putih Utara yang Punah
Pada 11 September 2019, para ilmuwan dari Italia di laboratorium Avantea mengumumkan bahwa mereka telah berhasil menciptakan dua embrio badak putih Utara yang punah. Embrio dibuat menggunakan telur yang diekstraksi dari dua betina terakhir badak putih utara dan sperma beku yang diekstraksi dari dua jantan mati.
Kedua embrio disimpan dalam nitrogen cair. Menurut para ilmuwan, embrio akan ditanam di badak putih selatan sebagai ibu pengganti. Sekitar lima tahun yang lalu sulit dipercaya bahwa badak putih utara akan kembali.
7. Kembalinya Burung Langka California Condors
4. Penemuan Kembali Mamalia Chevrotain yang Hampir Punah
Pada November 2019, jurnal ilmiah Nature Ecology and Evolution menerbitkan bahwa mereka telah menemukan silverback chevrotain (Tragulus versicolor). Spesies ini adalah mamalia seperti rusa, ukuran kucing kecil seperti kelinci. Ini terdaftar oleh Global Wildlife Conservation sebagai mamalia pertama dari 25 spesies mamalia yang paling dicari untuk ditemukan kembali setelah mereka hilang. Sebelum ditemukan kembali pada 2019, hanya ada satu catatan tentang spesies ini sejak 1907, yang dikumpulkan di pantai selatan Vietnam dekat Nha Trang. Mamalia bukan tikus atau rusa, tetapi itu adalah ungulata terkecil di dunia.
5. Penemuan Spesies Langka Anjing Dingo Ras Murni
Seekor anak anjing kecil ditemukan di Kota Victoria Wandiligong Australia pada Agustus 2019. Awalnya, anak anjing itu dikira rubah tetapi hasil sampel tes DNA menunjukkan bahwa anak anjing itu adalah dingo ras murni.
Dingo alpine di Australia adalah spesies langka di ambang kepunahan. Anak anjing dingo diberi nama Wandi yang berasal dari nama kota tempat ia diselamatkan. Saat ini, ada 40 dingo dalam program pemuliaan dan Wandi telah bergabung dengan mereka. (Baca juga: Arkeolog Israel Menemukan 'Wajah Tuhan')
6. Konservasi Badak Putih Utara yang Punah
Pada 11 September 2019, para ilmuwan dari Italia di laboratorium Avantea mengumumkan bahwa mereka telah berhasil menciptakan dua embrio badak putih Utara yang punah. Embrio dibuat menggunakan telur yang diekstraksi dari dua betina terakhir badak putih utara dan sperma beku yang diekstraksi dari dua jantan mati.
Kedua embrio disimpan dalam nitrogen cair. Menurut para ilmuwan, embrio akan ditanam di badak putih selatan sebagai ibu pengganti. Sekitar lima tahun yang lalu sulit dipercaya bahwa badak putih utara akan kembali.
7. Kembalinya Burung Langka California Condors
Lihat Juga :