Venus Terdeteksi Sedang Merobek Dirinya Sendiri dari Dalam
Minggu, 26 Juli 2026 - 13:35 WIB
Berkat pembuatan model 3D beresolusi tinggi pertama dari patahan di Venus, para peneliti telah memperoleh pandangan yang lebih realistis tentang bagaimana kerak planet tersebut meregang, bergeser, dan berubah seiring waktu.
Hasil simulasi menunjukkan bahwa patahan-patahan ini mungkin meluas jauh lebih cepat daripada perkiraan sebelumnya, dengan laju 3 hingga 10 sentimeter per tahun.
.
Selain itu, model tersebut menunjukkan bahwa ketika sesar secara geologis masih muda atau masih bergerak, punggungan yang terangkat (disebut lereng sesar) muncul di sepanjang kedua sisi lembah. Secara khusus, ketika pergerakan tektonik berhenti, punggungan ini dengan cepat ambles dan menjadi rata.
Proses ini sama sekali berbeda dari Bumi. Di planet kita, pegunungan sebagian besar diratakan oleh erosi bertahap dari unsur-unsur lingkungan. Sementara itu, di Venus, lereng patahan tenggelam karena kerak bumi perlahan "melorot" dan mengendur setelah periode ketegangan.
Yang menarik, lereng patahan yang lebar dan tinggi yang diprediksi oleh model tersebut sangat sesuai dengan gambar aktual yang diambil oleh wahana Magellan NASA pada tahun 1990-an.
Kesamaan ini semakin memperkuat hipotesis bahwa beberapa patahan tersebut baru terbentuk belakangan ini. Menggabungkan hasil simulasi dengan data observasi dari wahana antariksa telah menghasilkan kesimpulan bahwa struktur internal Venus lebih dinamis dan aktif daripada yang diasumsikan sebelumnya.
Hasil simulasi menunjukkan bahwa patahan-patahan ini mungkin meluas jauh lebih cepat daripada perkiraan sebelumnya, dengan laju 3 hingga 10 sentimeter per tahun.
.
Selain itu, model tersebut menunjukkan bahwa ketika sesar secara geologis masih muda atau masih bergerak, punggungan yang terangkat (disebut lereng sesar) muncul di sepanjang kedua sisi lembah. Secara khusus, ketika pergerakan tektonik berhenti, punggungan ini dengan cepat ambles dan menjadi rata.
Proses ini sama sekali berbeda dari Bumi. Di planet kita, pegunungan sebagian besar diratakan oleh erosi bertahap dari unsur-unsur lingkungan. Sementara itu, di Venus, lereng patahan tenggelam karena kerak bumi perlahan "melorot" dan mengendur setelah periode ketegangan.
Yang menarik, lereng patahan yang lebar dan tinggi yang diprediksi oleh model tersebut sangat sesuai dengan gambar aktual yang diambil oleh wahana Magellan NASA pada tahun 1990-an.
Kesamaan ini semakin memperkuat hipotesis bahwa beberapa patahan tersebut baru terbentuk belakangan ini. Menggabungkan hasil simulasi dengan data observasi dari wahana antariksa telah menghasilkan kesimpulan bahwa struktur internal Venus lebih dinamis dan aktif daripada yang diasumsikan sebelumnya.
Lihat Juga :