CEO Tampan yang Menyamar Xu Peng Jualan Sayur, Potret Nyata Aktor China Digusur AI

Senin, 13 Juli 2026 - 13:37 WIB
Aktor lain, Liu Yuan, secara terbuka mencari tawaran kerja dari sutradara. Sumber menyebut ia sudah 140 hari tanpa satu pun tawaran.

Topik ini sempat menjadi trending di Weibo, diliput lebih dari selusin media yang mendata daftar aktor yang kesulitan mendapat peran.

Produksi AI Lebih Murah dan Lebih Cepat

Xiong Binghui, CEO Kemeng Intelligence (Beijing) Technology, menyebut drama pendek berbasis AI menekan biaya produksi 70 hingga 80 persen dan hanya butuh waktu kurang dari dua minggu, dibanding dua bulan untuk produksi live-action.

Berdasarkan white paper pasar audiovisual China yang baru dirilis, lebih dari 95 persen dari 128.000 drama mikro yang tayang pada kuartal pertama tahun ini dibuat atau diproduksi mendalam dengan bantuan AI.

Jumlah syuting drama pendek live-action anjlok 67 persen secara tahunan. Di Hengdian World Studios, pemesanan aktor figuran turun 37 persen, dengan rata-rata bayaran aktor kurang dikenal turun 40 persen.

Bukan Cuma AI, Industri Film Juga Menyusut

Ekonom Song Qinghui menilai aktor tetap punya tempat untuk peran yang membutuhkan emosi kompleks dan improvisasi. Ia justru menyebut akar masalah pengangguran ini lebih fundamental: kontraksi industri film dan televisi.

Pendapatan box office kuartal pertama turun 51,29 persen secara tahunan. Investasi pada drama panjang menyusut karena modal lebih memilih proyek dengan imbal hasil cepat. Ditambah gempuran video pendek dan konten AI, film dan TV konvensional tertekan dari sisi penonton maupun pendapatan iklan.

Sementara itu, seorang sutradara drama pendek mengingatkan bahwa penggunaan AI masih perlu kehati-hatian. Biaya pra-produksi, pasca-produksi, dan tim AI belum tentu benar-benar lebih hemat dibanding metode konvensional.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!