CEO Tampan yang Menyamar Xu Peng Jualan Sayur, Potret Nyata Aktor China Digusur AI
Senin, 13 Juli 2026 - 13:37 WIB
Aktor drama pendek lain, Zhang Xiaolei (28), asal Qinghai, dulu mengantongi 20.000 hingga 30.000 yuan (sekitar Rp51,06 juta hingga Rp76,59 juta) per bulan pada 2024. Setelah gelombang AI menggerus produksi live-action, ia pulang kampung untuk bertani.
Aktris Yu Shutian mengatakan tawaran murah kini jadi hal biasa. Rumah produksi kerap menawar turun dari penawaran empat digit menjadi tiga digit. "Beberapa rekan lebih memilih berhenti daripada menerima bayaran serendah itu," ujarnya.
Data Pribadi Wajah Jadi Komoditas Baru
Di balik penurunan bayaran, muncul pasar baru: jual-beli data wajah. Aktor senior Hong Kong Lawrence Ng Kai-wah (62) baru saja melisensikan wajah versi mudanya untuk produksi AI dan mengaku puas dengan hasilnya. Ia menilai akting berbasis AI dan akting live-action bisa berdampingan.Namun menurut aktor drama pendek asal daratan China, Wu Weibin, kasus Ng hanya puncak gunung es. Kesepakatan hak potret sudah lama beredar di industri, dengan harga umum 500 hingga 1.500 yuan (sekitar Rp1,28 juta hingga Rp3,83 juta). Sejumlah kru bahkan mewajibkan aktor menyerahkan hak wajah sebagai syarat casting.
Permintaan data wajah tak hanya menyasar aktor profesional. Iklan "rekrutmen material wajah" bermunculan di platform seperti Douyin dan Xiaohongshu, menawarkan bayaran mulai 100 yuan (sekitar Rp255.300) untuk proses yang hanya butuh waktu kurang dari 10 menit.
Dua Aktor Papan Atas Ikut Menganggur
Fenomena ini merembet ke aktor yang lebih dikenal publik. Aktor China Dong Zijian mengaku tidak memiliki proyek mendatang saat menerima penghargaan di ajang Weibo Night, Juni lalu.Lihat Juga :