Eropa Siap Masuk Arena Pertempuran Robot AI China dan AS

Kamis, 09 Juli 2026 - 09:14 WIB
"Ini akan menjadi perlombaan teknologi terbesar di zaman kita," katanya.

Namun, untuk mewujudkan hal itu, industri robotika masih memiliki kendala besar yang harus diatasi: data.

Berbeda dengan model AI yang menghasilkan teks dan hanya membutuhkan data linguistik, robot harus belajar berinteraksi dengan dunia nyata. Hal ini membutuhkan sejumlah besar data tentang pergerakan, gambar, gaya, dan lingkungan sekitarnya.

Steve Xie, CEO perusahaan Tiongkok Lightwheel, mengatakan bahwa AI untuk robot mungkin membutuhkan data sekitar 1.000 kali lebih banyak daripada banyak model bahasa yang ada saat ini.

Meskipun Tesla dapat mengumpulkan data dari jutaan mobil di jalan, industri robotika belum memiliki jaringan serupa. Oleh karena itu, perusahaan semakin bergantung pada simulasi komputer untuk melatih robot di lingkungan virtual sebelum mengerahkan mereka di dunia nyata.

"Ini akan menjadi perlombaan global, dan saya percaya siapa pun masih memiliki peluang untuk menang," kata Jeff Cardenas
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!