Dihantam Sanksi AS, Pendapatan Huawei Malah Tembus Rp2.070 Triliun Berkat Sektor Ini!

Senin, 06 April 2026 - 13:57 WIB
Belanja Riset dan Pengembangan (R&D) meroket hingga 192,3 miliar Yuan (Rp451,9 triliun) pada 2025, menyedot porsi masif 22 persen dari total pendapatan tahunan demi mengembangkan perangkat lunak, cip, dan alat manufaktur mandiri.

"Bisnis komputasi kami terus menangkap peluang di bidang AI (Kecerdasan Buatan)," ungkap Meng Wanzhou, Chairwoman sekaligus putri pendiri Huawei, Ren Zhengfei.

Meng menegaskan komitmennya untuk terus memupuk ekosistem pengembang di tengah masa depan yang ia sebut "penuh ketidakpastian".

Ambisi di sektor AI ini diwujudkan lewat cip kecerdasan buatan terbaru mereka, Ascend 950PR, yang kini dibuat lebih kompatibel dengan sistem perangkat lunak CUDA milik Nvidia dan telah diuji coba oleh ByteDance serta Alibaba.

Hingga akhir tahun lalu, ekosistem Ascend sukses menggaet lebih dari 4 juta pengembang, sementara CPU Kunpeng mereka menjaring 3,8 juta pengembang.

Tak main-main, sistem komputasi AI bernama 384 SuperPod yang dirilis tahun lalu dirancang khusus menantang dominasi cip GB200 NVL 72 milik Nvidia, dan kini telah dipakai masif di industri internet, keuangan, hingga telekomunikasi.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!