Iran Bombardir E-3 Sentry AWACS Teknologi Mata-mata AS di Arab Saudi

Senin, 30 Maret 2026 - 18:44 WIB
Dalam konteks Operasi Epic Fury, absennya salah satu dari sedikit pesawat komando operasional akan secara signifikan mengurangi kemampuan koalisi AS-Israel untuk mengelola wilayah udara. Saat ini, armada E-3 AS telah berkurang menjadi hanya 16 pesawat karena masalah perawatan dan usia, dengan enam di antaranya dikerahkan ke Timur Tengah.

Hilangnya sebuah pesawat E-3 Sentry memiliki implikasi strategis yang jauh melebihi nilai materialnya. Dengan kemampuan pengawasan 360 derajat dalam radius lebih dari 402 km, E-3 Sentry berfungsi sebagai tulang punggung koordinasi wilayah udara dan deteksi ancaman.

Profesor Kelly Grieco, seorang ahli di Stimson Center, berkomentar: "Pesawat E-3 saat ini mengisi kekosongan tersebut, menjalankan misi ganda pada armada yang sudah kewalahan. Ini adalah kemampuan yang semakin berkurang dan tidak mudah digantikan."

Dia menyimpulkan bahwa Iran tidak hanya menembak jatuh sebuah pesawat, tetapi juga menyerang tepat pada saat mereka paling dibutuhkan.

Untuk menggantikan pesawat E-3 yang sudah tua, AS memesan pesawat E-7A Wedgetail yang lebih modern dari Inggris, yang menggunakan teknologi radar MESA yang mampu melacak 180 target secara bersamaan dan mendeteksi jet tempur dari jarak lebih dari 370 km.

Namun, produksi dan pengiriman sistem senjata ini membutuhkan waktu yang cukup lama, sehingga menimbulkan kekosongan keamanan yang berbahaya pada saat konflik dengan Iran masih terus meningkat.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!