Satu Lagi Pesawat Tempur AS Ditembak Jatuh Iran, Ini Kecanggihan E-3 AWACS
Minggu, 29 Maret 2026 - 13:18 WIB
Masalah seriusnya adalah tidak ada yang dapat menggantikannya dalam jangka pendek. Seluruh Angkatan Udara AS hanya memiliki 16 pesawat E-3 Sentry yang tersisa. Peralatanmiliterini berbasis pada rangka pesawat Boeing 707, yang produksinya dihentikan pada tahun 1992.
Saat ini, enam pesawat jenis ini dikerahkan di Timur Tengah, yang mewakili hampir 40% dari total jumlah pesawat jenis ini dalam inventaris militer AS. Sementara itu, pesawat pengganti E-7 Wedgetail mengalami penundaan dan diperkirakan baru akan tiba paling cepat pada tahun 2028.
Kerusakan pada E-3 digambarkan sebagai parah. Beberapa penilaian menunjukkan bahwa pesawat tersebut "mungkin tidak lagi beroperasi," yang berarti jumlah total pesawat AWACS yang tersedia dapat berkurang menjadi 15, dengan tingkat kesiapan misi hanya sekitar 56%.
"Kehilangan sebuah pesawat E-3 merupakan masalah yang sangat serius mengingat pentingnya sistem kendali tempur ini. Militer AS perlu mempercepat pengadaan pesawat E-7 generasi berikutnya untuk mengimbangi kerugian tersebut," komentar Heather Penney, Direktur Riset di Mitchell Institute for Aerospace Studies.
Kelly Grieco, seorang pakar kebijakan pertahanan di Stimson Center, meyakini bahwa ini bukanlah tindakan acak. "Tampaknya Iran baru saja melakukan operasi yang ditargetkan pada elemen-elemen kunci yang mendukung kekuatan udara AS," kata Grieco.
Saat ini, enam pesawat jenis ini dikerahkan di Timur Tengah, yang mewakili hampir 40% dari total jumlah pesawat jenis ini dalam inventaris militer AS. Sementara itu, pesawat pengganti E-7 Wedgetail mengalami penundaan dan diperkirakan baru akan tiba paling cepat pada tahun 2028.
Kerusakan pada E-3 digambarkan sebagai parah. Beberapa penilaian menunjukkan bahwa pesawat tersebut "mungkin tidak lagi beroperasi," yang berarti jumlah total pesawat AWACS yang tersedia dapat berkurang menjadi 15, dengan tingkat kesiapan misi hanya sekitar 56%.
"Kehilangan sebuah pesawat E-3 merupakan masalah yang sangat serius mengingat pentingnya sistem kendali tempur ini. Militer AS perlu mempercepat pengadaan pesawat E-7 generasi berikutnya untuk mengimbangi kerugian tersebut," komentar Heather Penney, Direktur Riset di Mitchell Institute for Aerospace Studies.
Kelly Grieco, seorang pakar kebijakan pertahanan di Stimson Center, meyakini bahwa ini bukanlah tindakan acak. "Tampaknya Iran baru saja melakukan operasi yang ditargetkan pada elemen-elemen kunci yang mendukung kekuatan udara AS," kata Grieco.
Lihat Juga :