Drone Satpam Presiden Rusia yang Bikin Israel Mikir Nggak Berani Macam-macam

Jum'at, 27 Maret 2026 - 22:01 WIB
Drone ini menggunakan sistem quad-propeller iFlight Nazgul 5R V2 dan ditenagai oleh baterai lithium-polimer Gaoneng GNB2200 6S.

Sistem ini juga menggabungkan modul pemrosesan yang disebut "Igolka," yang digambarkan sebagai prosesor sinyal dengan modul kecerdasan buatan terintegrasi dan algoritma pembelajaran mesin. Hal ini menunjukkan adanya dukungan terintegrasi di dalamnya untuk melacak atau menyerang target.

Namun, informasi dari penasihat pertahanan Ukraina Serhii “Flash” Beskrestnov diyakini sengaja meremehkan kemampuan UAV pencegat ini.

Laporan dari garis depan menunjukkan bahwa Yolka mencapai tingkat keberhasilan yang tinggi berkat algoritma kecerdasan buatan (AI) yang mampu membedakan target, mengurangi risiko penembakan yang tidak disengaja.

Sumber-sumber Rusia mengindikasikan bahwa sistem Yolka saat ini dianggap sebagai salah satu solusi anti-drone tercanggih yang digunakan dan telah dikerahkan ke unit-unit perlindungan prioritas tinggi, termasuk unit-unit yang bertugas melindungi Presiden Rusia Vladimir Putin.

Pesawat nirawak pencegat Yolka memiliki kemampuan yang luar biasa berkat kecerdasan buatan yang dimilikinya.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!