Teknologi AI Maven AS Tewaskan 175 Pelajar Iran dalam Sekali Serangan

Jum'at, 27 Maret 2026 - 20:30 WIB
Insiden ini juga menimbulkan pertanyaan serius tentang keterbatasan sistem AI dalam peperangan. Menurut data Pentagon, Maven memiliki akurasi identifikasi target sekitar 60%, jauh lebih rendah daripada 84% yang dilaporkan oleh para analis.

Lebih dari 120 anggota Partai Demokrat di Dewan Perwakilan Rakyat AS telah mengirimkan surat kepada Menteri Pertahanan Pete Hegseth untuk meminta klarifikasi tentang peran AI dalam serangan tersebut.

Insiden tersebut juga terkait dengan perselisihan antara Pentagon dan Anthropic. Pemerintahan Trump telah mencantumkan Anthropic sebagai "risiko rantai pasokan" setelah perusahaan tersebut menolak untuk mencabut pembatasan yang mencegah Claude berpartisipasi dalam operasi militer.

Meskipun demikian, Pentagon terus menggunakan Claude selama periode transisi enam bulan.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!