Gurita Perusahaan Teknologi dan Kontraktor Militer Panen Triliunan di Perang Iran-Amerika, Siapa Saja?

Rabu, 25 Maret 2026 - 08:00 WIB
Di belakangnya, RTX Corporation (Raytheon) baru saja menyegel modifikasi kontrak senilai Rp142,8 triliun (USD8,4 miliar) untuk memproduksi 1.000+ unit rudal Tomahawk dan 1.900+ unit AMRAAM per tahun, serta pengembangan energi terarah microwave dan Hypersonic Attack Cruise

Missile (HACM).

Selain itu, terdapat nama raksasa lainnya seperti Boeing, Northrop Grumman, dan General Dynamics.

Pemerintah AS juga jor-joran mendanai sistem otonom. Anduril Industries mengamankan kontrak raksasa Rp340 triliun (USD 20 miliar) berdurasi 5-10 tahun untuk sistem Lattice AI dan anti-drone.

Velo3D mengantongi Rp554,2 miliar (USD 32,6 juta) untuk cetak 3D logam. L3Harris mendapat Rp7,90 triliun (USD 465 juta) untuk alat observasi malam dan perangkat lunak kapal tanpa awak, sementara American Electronic Warfare Associates meraih Rp7,92 triliun (USD 466 juta) guna simulasi udara.

Pada skala konsultasi dan integrasi, Leidos memproyeksikan cuan Rp297,5 triliun hingga Rp304,3 triliun (USD 17,5 - USD 17,9 miliar), dan Booz Allen memegang backlog Rp646 triliun (USD 38 miliar).
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!