Transaksi Digital Melonjak Jelang Lebaran, Menguji Kesiapan Sistem TI Perusahaan

Jum'at, 20 Maret 2026 - 20:15 WIB
“Periode jelang Lebaran kerap diwarnai lonjakan signifikan atas trafik dan transaksi digital. Saat organisasi tak memiliki visibilitas penuh atas lingkungan TI mereka, tim TI akan sulit mendeteksi anomali secara cepat dan mencegah potensi gangguan layanan,” ungkap Technical Manager di ManageEngine Hanief Bastian, Jumat (20/3/2026).

Ia mengatakan tantangan ini kian kompleks karena skala dan volatilitas permintaan tinggi. Pola trafik bisa berubah drastis dalam hitungan jam dipicu flash sale, pencairan gaji, perubahan jadwal perjalanan, hingga perilaku belanja last-minute.

Menurut dia, banyak organisasi saat ini beroperasi dalam lingkungan TI yang semakin kompleks. Infrastruktur hybrid, yang menggabungkan sistem on-premise, multi-cloud, dan endpoint terdistribusi, jadi standar baru.

Meski memberikan fleksibilitas dan skalabilitas, arsitektur ini juga menghadirkan tantangan krusial yakni visibilitas yang terfragmentasi. Tanpa pandangan menyeluruh lintas sistem, tim TI berisiko terlambat mendeteksi sinyal awal seperti latensi API, bottleneck pada database, atau lonjakan trafik tidak biasa, yang berpotensi jadi gangguan lebih besar.

"Di periode puncak seperti menjelang Lebaran, kesenjangan visibilitas ini menjadi salah satu risiko utama," ucap Hanief.

Ia mengatakan lonjakan transaksi digital saat momen Lebaran mendorong perusahaan mengubah pendekatan terhadap operasional TI. Semakin banyak organisasi beralih dari pendekatan reaktif ke model operasional lebih proaktif dan berbasis intelligence.

"TI saat ini tidak lagi dipandang sebagai fungsi pendukung di belakang layar, tetapi juga sebagai enabler strategis dalam menjaga pengalaman pelanggan sekaligus melindungi pendapatan," terangnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!