Kolaborasi Meta dan Prada: Strategi Elegan Menutupi Kualitas Kacamata Plastik yang Ringkih

Jum'at, 27 Februari 2026 - 13:27 WIB
Pergeseran tren ini bisa jadi akan memaksa Meta untuk meninjau kembali apakah mereka akan tetap menyematkan fitur pengenalan wajah (facial-recognition) pada kacamata mereka, seperti yang baru-baru ini dilaporkan oleh harian The New York Times.

Kontroversi ini memancing kritik keras terhadap produk teknologi yang sebenarnya terbilang sukses ini, dan bahkan telah memotivasi seorang pengembang perangkat lunak untuk menciptakan aplikasi peringatan yang akan memberi tahu Anda apabila ada seseorang di sekitar Anda yang sedang memakai kacamata AI tersebut.

Catatan paling fatal justru terletak pada kontrol kualitas fisik barangnya sendiri. Di balik label harganya yang mahal, banyak pengguna kacamata pintar Ray-Ban Meta yang melaporkan bahwa perangkat ini memiliki desain engsel yang sangat rapuh. Berbagai laporan pengguna menunjukkan bahwa kacamata ini sangat mudah patah, khususnya di area sekitar mekanisme lipatan dan bagian gagang pelipisnya (temples).

Banyak konsumen menemukan bahwa material plastiknya sangat rentan mengalami keretakan. Titik kelemahan ini sangat lazim ditemukan putus atau patah dalam waktu singkat setelah pembelian, bahkan dalam kondisi penggunaan yang normal. Keretakan rangka plastik ini sangat sering terjadi di bagian dekat engsel atau tepat di bagian belakang lambang logamnya.

Keluhan tidak berhenti pada engsel dan plastik. Pengguna juga melaporkan perangkat ini sangat rentan mengalami kerusakan pada komponen lainnya, seperti gagang kacamata yang terlepas hingga kerusakan total yang menyebabkan fitur kameranya gagal berfungsi.

Ironi ini semakin parah dengan layanan pelanggan yang mencekik. Konsumen melaporkan betapa sulitnya proses klaim garansi.

Perbaikan kacamata ini sangat sulit dilakukan, atau bahkan fasilitas perbaikannya sama sekali tidak ada.

Sering kali, solusi akhir dari perusahaan hanyalah mengharuskan konsumen untuk membeli satu pasang kacamata yang baru sebagai pengganti secara penuh.

Saking banyaknya perangkat yang rusak, sebuah video panduan singkat berdurasi 01:00 yang diunggah oleh akun YouTube "The Lambo Lady" pada 15 Desember 2025, secara khusus menyajikan tip untuk memperbaiki masalah-masalah umum yang menimpa kacamata Ray-Ban Meta ini.

Melihat realitas ini, ekspansi gila-gilaan Meta di pasar mewah melahirkan pertanyaan logis bagi konsumen di 2026: apakah masuk akal memuja perangkat berlabel luks sekelas Prada, jika pada akhirnya barang tersebut terbuat dari plastik ringkih yang tidak bisa diperbaiki saat rusak?
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!