Kalahkan Emas, Mengapa Kartu Pokemon Bekas Logan Paul Laku Rp264 Miliar?
Jum'at, 27 Februari 2026 - 13:10 WIB
Pertumbuhan ini mencatatkan tingkat pertumbuhan tahunan majemuk (CAGR) sebesar 5,3 persen dari rentang tahun 2026 hingga 2033.
Tren luar biasa ini didorong oleh berbagai faktor, mulai partisipasi kolektor muda, berkembangnya pasar penjualan kembali (resale), standar autentikasi yang makin canggih, hingga barang-barang bernuansa nostalgia yang kini diakui sah sebagai aset penyimpan nilai.
“Ini benar-benar hanya soal penawaran dan permintaan," ungkap Josh Luber, salah satu pendiri StockX, terkait kekuatan industri barang koleksi.
Pada akhirnya, kartu Pokemon bukan lagi sekadar mainan masa kecil, melainkan sebuah instrumen finansial mutakhir di era modern.
(dan)
Lihat Juga :