2 Ramalan 2026 Nostradamus Terbukti di Awal Tahun
Kamis, 15 Januari 2026 - 14:37 WIB
Ramalan lain berbunyi:“Saat Mars menapaki jalurnya di antara bintang-bintang, darah manusia akan memercikkan tempat suci. Tiga api bangkit dari arah timur, sementara Barat kehilangan cahaya dalam keheningan.”
Karena Mars adalah dewa perang dalam mitologi Romawi, banyak yang menafsirkan bahwa tahun 2026 akan kembali dipenuhi konflik dan penderitaan.
Nostradamus juga terkesan mengisyaratkan adanya ketegangan baru antara Eropa Barat dan kemungkinan Asia, meski ia tidak menyebutkan wujudnya secara jelas.
Pertarungan ini bisa berbentuk persaingan ekonomi, mengingat Eropa masih berjuang keluar dari kelesuan ekonomi — tetapi ada pula yang menilai bahwa ini adalah ramalan tentang kebangkitan kecerdasan buatan (AI).
Dengan China dan Jepang yang terus memacu kemajuan teknologi AI, kekhawatiran bahwa robot akan menggantikan pekerjaan manusia makin besar — sesuatu yang mungkin berkaitan dengan gambaran “Barat kehilangan cahayanya dalam keheningan.”
Namun tak semua ramalan Nostradamus muram; ia justru menutup prediksinya untuk 2026 dengan nada optimistis.
“Bayangan akan runtuh, tetapi manusia cahaya akan bangkit,”tulisnya.“Dan bintang-bintang akan menuntun mereka yang menoleh ke dalam dirinya.”
Setelah krisis perang dan kobaran api, Nostradamus menggambarkan masa kelahiran kembali — kemungkinan hadirnya pemimpin baru atau cara pandang baru tentang dunia.
Karena Mars adalah dewa perang dalam mitologi Romawi, banyak yang menafsirkan bahwa tahun 2026 akan kembali dipenuhi konflik dan penderitaan.
Nostradamus juga terkesan mengisyaratkan adanya ketegangan baru antara Eropa Barat dan kemungkinan Asia, meski ia tidak menyebutkan wujudnya secara jelas.
Pertarungan ini bisa berbentuk persaingan ekonomi, mengingat Eropa masih berjuang keluar dari kelesuan ekonomi — tetapi ada pula yang menilai bahwa ini adalah ramalan tentang kebangkitan kecerdasan buatan (AI).
Dengan China dan Jepang yang terus memacu kemajuan teknologi AI, kekhawatiran bahwa robot akan menggantikan pekerjaan manusia makin besar — sesuatu yang mungkin berkaitan dengan gambaran “Barat kehilangan cahayanya dalam keheningan.”
Namun tak semua ramalan Nostradamus muram; ia justru menutup prediksinya untuk 2026 dengan nada optimistis.
“Bayangan akan runtuh, tetapi manusia cahaya akan bangkit,”tulisnya.“Dan bintang-bintang akan menuntun mereka yang menoleh ke dalam dirinya.”
Setelah krisis perang dan kobaran api, Nostradamus menggambarkan masa kelahiran kembali — kemungkinan hadirnya pemimpin baru atau cara pandang baru tentang dunia.
(wbs)
Lihat Juga :