Inilah Manus, Startup AI Singapura Pesaing OpenAI yang Dicaplok Meta Senilai Rp32 Triliun

Jum'at, 02 Januari 2026 - 09:42 WIB

Membersihkan Jejak Geopolitik

Namun, akuisisi ini bukan tanpa risiko politik. Zuckerberg harus menavigasi ladang ranjau hubungan Amerika Serikat-China. Pendiri Manus diketahui mendirikan perusahaan induknya, Butterfly Effect, di Beijing pada 2022, sebelum akhirnya memindahkan markas ke Singapura pada pertengahan tahun ini.

Jejak asal-usul ini sempat memicu kritik tajam di Washington. Senator Partai Republik dari Texas, John Cornyn, yang juga anggota senior Komite Intelijen Senat, pada Mei lalu sempat menyerang Benchmark karena mengalirkan modal Amerika ke entitas yang berafiliasi dengan China. Sikap keras terhadap China kini menjadi salah satu dari sedikit isu bipartisan yang disepakati oleh Kongres AS.

Menyadari sensitivitas ini, Meta bergerak cepat melakukan "sterilisasi". Kepada Nikkei Asia, juru bicara Meta

menegaskan bahwa pasca-transaksi, Manus tidak akan lagi memiliki hubungan kepemilikan dengan investor China.

"Tidak akan ada kepentingan kepemilikan China yang berkelanjutan di Manus AI setelah transaksi, dan Manus AI akan menghentikan layanan serta operasinya di China," tegas perwakilan Meta.

Nantinya, Meta berencana membiarkan Manus beroperasi secara independen, namun teknologi agen cerdasnya akan ditenun secara mendalam ke dalam ekosistem Facebook, Instagram, dan WhatsApp, melengkapi fitur Meta AI yang sudah ada. Ini adalah pertaruhan Rp32 triliun Zuckerberg untuk memastikan Meta tidak hanya menjadi penonton dalam revolusi agen kecerdasan buatan.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!