Oracle Kehilangan Rp5.700 Triliun Akibat Cinta Buta pada OpenAI
Sabtu, 13 Desember 2025 - 18:33 WIB
Beban Keuangan yang Semakin Berat
Laporan keuangan kuartal kedua Oracle semakin memperkeruh suasana. Belanja modal perusahaan tercatat sebesar USD12 miliar (R 190 triliun), angka yang jauh lebih tinggi dari ekspektasi.Di sisi lain, arus kas bebas mencatat kerugian USD10 miliar (Rp 159 triliun), jauh lebih buruk dari perkiraan arus keluar sebesar USD6 miliar.
Merespons kebutuhan infrastruktur AI yang "rakus", Oracle bahkan menaikkan perkiraan belanja modal setahun penuhnya dari USD35 miliar dolar AS (Rp556 triliun) menjadi USD50 miliar (sekitar Rp795 triliun).
Upaya Manajemen Menenangkan Pasar
Para eksekutif Oracle berusaha keras meredam kepanikan terkait beban utang dan ketergantungan pada OpenAI.Co-CEO baru Clay Magouyrk menegaskan bahwa perusahaan memiliki lebih dari 700 pelanggan AI. Ia mengklaim Oracle dapat dengan mudah mengalihkan infrastruktur AI-nya untuk melayani pelanggan lain hanya dalam hitungan "jam" jika permintaan dari satu pelanggan utama gagal terwujud.
(dan)
Lihat Juga :