Robot Apung Mulai Kumpulkan Data Pertama di Bawah Es Antartika

Minggu, 07 Desember 2025 - 07:30 WIB
"Robot kami melayang di bawah es dan menghabiskan delapan bulan di bawah paparan es Denman dan Shackleton, mengumpulkan profil dari dasar laut hingga ke dasar es setiap lima hari," kata ahli kelautan Steve Rintoul dari Commonwealth Scientific and Industrial Research Organisation (CSIRO), badan sains nasional Australia, dan AAPP.

Data menunjukkan bahwa Paparan Es Shackleton saat ini tidak terpapar air hangat yang dapat mencairkannya dari bawah, sehingga membuatnya kurang rentan terhadap risiko tersebut. Namun, air hangat mencapai dasar Gletser Denman, yang berpotensi berkontribusi hingga 1,5 meter terhadap kenaikan permukaan laut global jika menjadi tidak stabil.

Perpindahan panas dari laut ke es bergantung pada kondisi laut di "lapisan batas" setebal 10 meter tepat di bawah paparan es, menurut studi yang diterbitkan dalam Science Advances.

"Keunggulan besar robot apung ini adalah kemampuannya untuk mengukur karakteristik lapisan batas yang menentukan laju pencairan," ujar Rintoul, seraya menambahkan bahwa data robot apung ini akan menyempurnakan model komputer interaksi es-lautan, sehingga mengurangi ketidakpastian dalam prediksi kenaikan muka air laut.

"Penggunaan lebih banyak robot apung di sepanjang landas kontinen Antartika akan mengubah pemahaman kita tentang kerentanan lapisan es terhadap perubahan di dasar laut," ujarnya.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!