Evolusi Manusia Masih Terjadi, dan Inilah Buktinya

Selasa, 25 November 2025 - 12:56 WIB
Meskipun kita manusia telah mengubah lingkungan kita dalam banyak hal selama beberapa ribu tahun terakhir, kita masih diubah oleh evolusi.

Kita tidak berhenti berevolusi, tetapi kita sedang berevolusi saat ini dengan cara yang berbeda dari nenek moyang kita. Lingkungan kita seringkali diubah oleh budaya kita .

Kita biasanya menganggap lingkungan sebagai cuaca, tumbuhan, dan hewan di suatu tempat. Padahal, lingkungan mencakup makanan yang kita konsumsi dan penyakit menular yang kita hadapi.

Bagian yang sangat penting dari lingkungan adalah iklim dan kondisi seperti apa yang dapat kita tinggali. Budaya kita membantu kita mengubah paparan kita terhadap iklim. Misalnya, kita membangun rumah dan memasang tungku serta pendingin ruangan di dalamnya. Namun, budaya tidak sepenuhnya melindungi kita dari suhu panas, dingin, dan sinar matahari yang ekstrem.

Berikut adalah beberapa contoh bagaimana manusia telah berevolusi selama 10.000 tahun terakhir dan bagaimana kita terus berevolusi saat ini.

Meskipun sinar matahari penting bagi kehidupan di planet kita, sinar ultraviolet dapat merusak kulit manusia .

Kita yang berkulit pucat berisiko mengalami sengatan matahari yang serius dan kanker kulit yang sama berbahayanya .

Sebaliknya, kita yang memiliki banyak pigmen kulit, yang disebut melanin, memiliki perlindungan terhadap sinar ultraviolet yang merusak dari sinar matahari.

Orang-orang di daerah tropis dengan kulit gelap lebih mungkin tumbuh subur di bawah sinar matahari yang cerah. Namun, ketika manusia purba pindah ke tempat yang berawan dan lebih dingin, kulit gelap tidak lagi dibutuhkan. Kulit gelap di tempat berawan menghambat produksi vitamin D di kulit, yang penting untuk pertumbuhan tulang normal pada anak-anak dan orang dewasa.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!