Daniel Ek Turun Tahta dari Kursi CEO, Saham Spotify Turun 5%
Rabu, 01 Oktober 2025 - 21:41 WIB
Fakta pahitnya, perusahaan yang didirikan pada 2006 ini baru berhasil mencatatkan laba tahunan pertamanya pada 2024, setelah serangkaian kenaikan harga dan pemangkasan biaya.
"Norstrom sangat tertarik pada pengetahuan tentang produk, dan saya sangat tertarik pada bisnis," kata Soderstrom. "Jadi kami menjalankan ini sebagai satu tim."
Namun, para analis tidak seoptimistis itu. Model ini sering dikritik karena menciptakan kebingungan wewenang. Dan Coatsworth, analis investasi di AJ Bell, menyuarakan skeptisisme.
"Hal besar yang tidak diketahui adalah mengapa Spotify membutuhkan seorang executive chairman dan dua CEO, karena itu memunculkan gagasan bahwa terlalu banyak koki akan merusak masakan," ujarnya pedas.
Meskipun begitu, Ek meninggalkan kursi CEO di puncak kejayaan. Saham Spotify telah naik 63% tahun ini dan bahkan meroket lebih dari tujuh kali lipat sejak 2023. Seperti yang dikatakan analis Paolo Pescatore, "Ek meninggalkan peran CEO dengan catatan tinggi, dengan sepatu bot besar yang harus diisi oleh para CEO yang akan datang."
Di tengah pasar musik global yang tumbuh menjadi USD29,6 miliar pada 2024, di mana streaming menyumbang lebih dari USD20 miliar, langkah Spotify ini adalah pertaruhan besar.
Dunia kini akan mengamati, apakah dua 'koki' baru ini akan menciptakan mahakarya, atau justru merusak resep yang telah disempurnakan Daniel Ek selama hampir dua dekade.
Dua Koki di Satu Dapur: Resep Sukses atau Bencana?
Struktur co-CEO yang diadopsi Spotify, meniru langkah perusahaan seperti Netflix dan Oracle, dirancang untuk mengelola operasi yang semakin kompleks. Soderstrom, sang ahli produk dan teknologi, dan Norstrom, sang maestro bisnis, mengklaim mereka adalah tim yang solid."Norstrom sangat tertarik pada pengetahuan tentang produk, dan saya sangat tertarik pada bisnis," kata Soderstrom. "Jadi kami menjalankan ini sebagai satu tim."
Namun, para analis tidak seoptimistis itu. Model ini sering dikritik karena menciptakan kebingungan wewenang. Dan Coatsworth, analis investasi di AJ Bell, menyuarakan skeptisisme.
"Hal besar yang tidak diketahui adalah mengapa Spotify membutuhkan seorang executive chairman dan dua CEO, karena itu memunculkan gagasan bahwa terlalu banyak koki akan merusak masakan," ujarnya pedas.
Meskipun begitu, Ek meninggalkan kursi CEO di puncak kejayaan. Saham Spotify telah naik 63% tahun ini dan bahkan meroket lebih dari tujuh kali lipat sejak 2023. Seperti yang dikatakan analis Paolo Pescatore, "Ek meninggalkan peran CEO dengan catatan tinggi, dengan sepatu bot besar yang harus diisi oleh para CEO yang akan datang."
Di tengah pasar musik global yang tumbuh menjadi USD29,6 miliar pada 2024, di mana streaming menyumbang lebih dari USD20 miliar, langkah Spotify ini adalah pertaruhan besar.
Dunia kini akan mengamati, apakah dua 'koki' baru ini akan menciptakan mahakarya, atau justru merusak resep yang telah disempurnakan Daniel Ek selama hampir dua dekade.
(dan)
Lihat Juga :