Daniel Ek Turun Tahta dari Kursi CEO, Saham Spotify Turun 5%
Rabu, 01 Oktober 2025 - 21:41 WIB
"Saya akan lebih terlibat dibanding chairman di Amerika pada umumnya. Jadi, anggap saja seperti beralih dari seorang pemain menjadi pelatih," ujar Ek, miliarder yang telah menduduki dewan direksi sejak 2008.
Peran barunya akan fokus pada gambaran besar: alokasi modal—memutuskan ke mana uang perusahaan akan diinvestasikan—dan strategi jangka panjang.
Sementara itu, urusan operasional sehari-hari akan diserahkan kepada dua orang kepercayaannya yang telah bekerja bersamanya selama 15 tahun: Gustav Soderstrom dan Alex Norstrom, yang akan menjabat sebagai co-CEO.
Meski berstatus raja dengan hampir 700 juta pengguna bulanan dan katalog berisi lebih dari 100 juta lagu—jauh melampaui Apple Music dengan sekitar 90 juta pelanggan—takhta mereka terus digoyang.
Para penantangnya bukan pemain sembarangan. Ada YouTube Music yang terintegrasi dengan perpustakaan video tak terbatas, dan Amazon Music yang diikat dalam paket langganan Prime yang sangat populer.
Keduanya memiliki keuntungan unik yang membuat Spotify tidak bisa tidur nyenyak.
Masalah lainnya adalah 'bom waktu' finansial: margin keuntungan yang tipis. Di satu sisi, para artis menuntut bayaran yang lebih tinggi. Di sisi lain, Spotify harus menjaga harga tetap kompetitif.
Peran barunya akan fokus pada gambaran besar: alokasi modal—memutuskan ke mana uang perusahaan akan diinvestasikan—dan strategi jangka panjang.
Sementara itu, urusan operasional sehari-hari akan diserahkan kepada dua orang kepercayaannya yang telah bekerja bersamanya selama 15 tahun: Gustav Soderstrom dan Alex Norstrom, yang akan menjabat sebagai co-CEO.
Di Balik Keputusan: Pertempuran Berdarah di Arena Streaming
Mengapa perubahan drastis ini diperlukan sekarang? Jawabannya terletak pada tekanan tanpa henti yang dihadapi Spotify.Meski berstatus raja dengan hampir 700 juta pengguna bulanan dan katalog berisi lebih dari 100 juta lagu—jauh melampaui Apple Music dengan sekitar 90 juta pelanggan—takhta mereka terus digoyang.
Para penantangnya bukan pemain sembarangan. Ada YouTube Music yang terintegrasi dengan perpustakaan video tak terbatas, dan Amazon Music yang diikat dalam paket langganan Prime yang sangat populer.
Keduanya memiliki keuntungan unik yang membuat Spotify tidak bisa tidur nyenyak.
Masalah lainnya adalah 'bom waktu' finansial: margin keuntungan yang tipis. Di satu sisi, para artis menuntut bayaran yang lebih tinggi. Di sisi lain, Spotify harus menjaga harga tetap kompetitif.
Lihat Juga :