Setelah Perang Terbuka, Donald Trump dan Elon Musk Berjabat Tangan di Momen Duka: Sinyal Rekonsiliasi Dua Raksasa?

Senin, 22 September 2025 - 13:10 WIB
Trump membalas dengan ancaman tak kalah keras, mengatakan pada bulan Juli bahwa ia akan "mempertimbangkan" gagasan untuk mendeportasi Musk.

Setelah perpecahan itu, Musk bahkan sempat mengumumkan akan meluncurkan partainya sendiri yang bernama "America First," meski hingga kini belum ada realisasi yang jelas.

Gencatan Senjata?

Kini, di tengah duka, keduanya tampak mengesampingkan permusuhan. Musk mengunggah foto dirinya duduk bersama Trump di acara memorial tersebut dengan keterangan singkat yang sarat makna: "Untuk Charlie."

Hingga saat ini, tidak diketahui apakah ini adalah pertemuan pertama mereka sejak perseteruan hebat itu. Namun, jabat tangan ini lebih dari sekadar basa-basi. Ini adalah sinyal potensial yang bisa mengubah lanskap politikAmerika.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!