Setelah Perang Terbuka, Donald Trump dan Elon Musk Berjabat Tangan di Momen Duka: Sinyal Rekonsiliasi Dua Raksasa?

Senin, 22 September 2025 - 13:10 WIB

Dari Sekutu Erat Menjadi Musuh Bebuyutan

Untuk memahami betapa dramatisnya pertemuan ini, kita perlu melihat kembali hubungan rollercoaster keduanya.

Elon Musk pernah menjadi salah satu pendukung finansial terbesar Trump, menggelontorkan donasi lebih dari USD270 juta (sekitar Rp4,3 triliun) untuk kampanye kepresidenan Trump.

Setelah pemilu, Musk didapuk untuk memimpin inisiatif kontroversial bernama Department of Government Efficiency (DOGE), badan yang bertugas "membabat" birokrasi federal AS dan telah mengeliminasi ribuan pekerjaan pemerintah yang dianggap sebagai pemborosan.

Namun, aliansi itu retak berkeping-keping. Pemicunya adalah RUU pajak dan belanja Gedung Putih yang disebut Musk sebagai kebijakan yang "benar-benar gila dan merusak."

Perang terbuka pun tak terhindarkan dan sebagian besar terjadi di media sosial. Musk melontarkan tuduhan mengejutkan, mengaitkan Trump dengan "file Epstein"—dokumen terkait pelaku kejahatan seksual Jeffrey Epstein.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!