Perang Melawan Judol: Komdigi Klaim 2,1 Juta Konten Diberantas
Sabtu, 20 September 2025 - 13:59 WIB
Mulai Oktober 2025, sistem canggih bernama Saman (Sistem Analisis dan Monitoring) akan diaktifkan secara penuh, menjanjikan pemberantasan yang lebih cepat dan efektif.
"Mulai dari hancurnya keluarga, hilangnya harta benda, hingga runtuhnya masa depan generasi muda. Angka [2,1 juta] ini menunjukkan betapa masifnya ancaman yang kita hadapi di ruang digital," ujar Alexander dalam keterangan resminya.
Pernyataan ini secara tidak langsung menjadi pengakuan bahwa jutaan konten yang berhasil ditindak juga merepresentasikan jutaan potensi korban yang telah terpapar. Keberhasilan penindakan sekaligus menjadi cermin kegagalan pencegahan di hulu.
Skala Bencana di Ruang Digital
Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Kementerian Komdigi, Alexander Sabar, tidak menampik kerusakan dahsyat yang diakibatkan oleh judol. Ia melukiskan gambaran suram dari dampak sosial yang ditimbulkan."Mulai dari hancurnya keluarga, hilangnya harta benda, hingga runtuhnya masa depan generasi muda. Angka [2,1 juta] ini menunjukkan betapa masifnya ancaman yang kita hadapi di ruang digital," ujar Alexander dalam keterangan resminya.
Pernyataan ini secara tidak langsung menjadi pengakuan bahwa jutaan konten yang berhasil ditindak juga merepresentasikan jutaan potensi korban yang telah terpapar. Keberhasilan penindakan sekaligus menjadi cermin kegagalan pencegahan di hulu.
Saman: Senjata Pamungkas atau Babak Baru Permainan Kucing-Tikus?
Sistem Saman, yang telah melalui masa uji coba selama setahun terakhir, digadang-gadang akan menjadi pengubah permainan. "Dengan masukan dari para penyelenggara platform digital dan evaluasi internal, kami berharap sistem ini dapat berjalan dengan baik, menutup celah-celah yang ada dan bulan depan sistem Saman bisa berjalan secara penuh," kata Alexander.Lihat Juga :