Perang Melawan Judol: Komdigi Klaim 2,1 Juta Konten Diberantas
Sabtu, 20 September 2025 - 13:59 WIB
Namun, di tengah optimisme pemerintah, publik menyimpan pertanyaan kritis. Akankah 'senjata' baru ini benar-benar mampu membasmi judol hingga ke akarnya, atau hanya akan menjadi babak baru dalam permainan kucing-dan-tikus yang tak berkesudahan, di mana para bandar akan selalu menemukan cara baru untuk mengakali sistem?
Menyadari potensi kekhawatiran publik bahwa sistem monitoring canggih ini bisa disalahgunakan untuk membungkam kebebasan berpendapat, Alexander buru-buru memberi jaminan.
"Langkah ini bukan untuk membungkam kritik atas aspirasi rakyat, demokrasi tetap kita jaga. Kritik, aspirasi, dan ekspresi harus tetap hidup. Yang kita tindak tegas adalah konten ilegal dan berbahaya, khususnya judi online," tegasnya.
Pada akhirnya, Komdigi mengakui bahwa perang ini tidak bisa dimenangkan sendirian. Mereka mengimbau masyarakat untuk menjadi garda terdepan dengan aktif melapor. "Jika menemukan konten judi online, segera laporkan," tutup Alexander.
Oktober 2025 akan menjadi bulan pembuktian. Apakah senjata baru bernama Saman ini mampu membalikkan keadaan, atau hanya upaya menggaramilaut.
Menyadari potensi kekhawatiran publik bahwa sistem monitoring canggih ini bisa disalahgunakan untuk membungkam kebebasan berpendapat, Alexander buru-buru memberi jaminan.
"Langkah ini bukan untuk membungkam kritik atas aspirasi rakyat, demokrasi tetap kita jaga. Kritik, aspirasi, dan ekspresi harus tetap hidup. Yang kita tindak tegas adalah konten ilegal dan berbahaya, khususnya judi online," tegasnya.
Pada akhirnya, Komdigi mengakui bahwa perang ini tidak bisa dimenangkan sendirian. Mereka mengimbau masyarakat untuk menjadi garda terdepan dengan aktif melapor. "Jika menemukan konten judi online, segera laporkan," tutup Alexander.
Oktober 2025 akan menjadi bulan pembuktian. Apakah senjata baru bernama Saman ini mampu membalikkan keadaan, atau hanya upaya menggaramilaut.
(dan)
Lihat Juga :