AI Mulai Memicu Kontroversi dalam Bidang Akademis
Kamis, 10 Juli 2025 - 07:00 WIB
Sebelum tahun 2024, mayoritas kata yang berulang dalam tulisan akademis terdiri dari kata benda (sekitar 79,2 persen).
Namun, pada tahun 2024, polanya berubah drastis, dengan 66 persen beralih ke kata kerja dan 14 persen ke kata sifat.
Hal ini mencerminkan dampak langsung AI terhadap gaya penulisan, yang kini semakin menyerupai struktur dan gaya penulisan yang dihasilkan oleh model LLM yang dilatih untuk memikat dan memperjelas informasi.
Namun, tren ini telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan akademisi, terutama terkait akurasi fakta, etika penulisan, dan risiko hilangnya identitas asli penulis.
Kekhawatiran lainnya adalah kemungkinan peneliti menyajikan hasil yang terlalu disederhanakan oleh AI, atau lebih buruk lagi, menghasilkan data palsu tanpa verifikasi manusia.
Menurut laporan tersebut, bidang studi seperti biomedis, psikologi, dan ilmu sosial mencatat persentase penggunaan LLM tertinggi, dibandingkan dengan bidang teknis seperti matematika dan fisika.
Negara-negara yang mencatat peningkatan paling tajam antara lain Tiongkok, India, dan Brasil, selain Amerika Serikat dan Jerman, yang menjadi fokus utama penelitian.
Tim peneliti juga mencatat bahwa banyak jurnal tidak memiliki pedoman yang jelas tentang penggunaan AI, sehingga menyisakan area abu-abu dalam hal etika dan tanggung jawab penulisan.
Namun, pada tahun 2024, polanya berubah drastis, dengan 66 persen beralih ke kata kerja dan 14 persen ke kata sifat.
Hal ini mencerminkan dampak langsung AI terhadap gaya penulisan, yang kini semakin menyerupai struktur dan gaya penulisan yang dihasilkan oleh model LLM yang dilatih untuk memikat dan memperjelas informasi.
Namun, tren ini telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan akademisi, terutama terkait akurasi fakta, etika penulisan, dan risiko hilangnya identitas asli penulis.
Kekhawatiran lainnya adalah kemungkinan peneliti menyajikan hasil yang terlalu disederhanakan oleh AI, atau lebih buruk lagi, menghasilkan data palsu tanpa verifikasi manusia.
Menurut laporan tersebut, bidang studi seperti biomedis, psikologi, dan ilmu sosial mencatat persentase penggunaan LLM tertinggi, dibandingkan dengan bidang teknis seperti matematika dan fisika.
Negara-negara yang mencatat peningkatan paling tajam antara lain Tiongkok, India, dan Brasil, selain Amerika Serikat dan Jerman, yang menjadi fokus utama penelitian.
Tim peneliti juga mencatat bahwa banyak jurnal tidak memiliki pedoman yang jelas tentang penggunaan AI, sehingga menyisakan area abu-abu dalam hal etika dan tanggung jawab penulisan.
Lihat Juga :