Aliansi Donald Trump-Elon Musk Runtuh: Merugi Rp3.263 Triliun, Masa Depan Tesla di Ujung Tanduk?
Jum'at, 06 Juni 2025 - 11:24 WIB
Pria terkaya dunia itu bahkan secara terbuka mendeklarasikan perang terhadap RUU anggaran Partai Republik dengan unggahan singkat yang sarat makna: "Kill Bill." Tak berhenti di situ, Musk juga menyindir dengan referensi ke "berkas Epstein," dokumen sensitif terkait mendiang pelaku kejahatan seksual Jeffrey Epstein.
Ini adalah perubahan 180 derajat yang dramatis. Padahal, belum lama ini Musk adalah ujung tombak gugus tugas efisiensi pemerintah Trump, yang dikenal sebagai "DOGE".
"Musk benar-benar marah," kata Garrett Nelson, seorang analis di CFRA, dalam sebuah wawancara. Menurutnya, Musk merasa "tersinggung setelah donasi politik besar-besaran dan upayanya mengurangi defisit melalui DOGE."
Namun, Nelson memperingatkan bahwa drama politik ini bukan satu-satunya biang keladi. Anjloknya saham Tesla, menurutnya, adalah kombinasi dari berbagai faktor beracun.
Mulai dari kenaikan harga saham yang "tidak dapat dibenarkan" pasca laporan pendapatan kuartal pertama, berita buruk yang terus-menerus tentang hilangnya pangsa pasar di Eropa, hingga "kesadaran bahwa peluncuran robotaxi di Austin minggu depan bisa jadi mengecewakan."
Kini, Tesla berada di persimpangan jalan. Peluncuran program percontohan robotaxi di Austin bisa menjadi katalisator positif jangka pendek. Namun, jika peluncuran itu gagal atau tersendat, hal itu justru akan membuka risiko yang lebih besar bagi perusahaan.
Ini adalah perubahan 180 derajat yang dramatis. Padahal, belum lama ini Musk adalah ujung tombak gugus tugas efisiensi pemerintah Trump, yang dikenal sebagai "DOGE".
"Musk benar-benar marah," kata Garrett Nelson, seorang analis di CFRA, dalam sebuah wawancara. Menurutnya, Musk merasa "tersinggung setelah donasi politik besar-besaran dan upayanya mengurangi defisit melalui DOGE."
Namun, Nelson memperingatkan bahwa drama politik ini bukan satu-satunya biang keladi. Anjloknya saham Tesla, menurutnya, adalah kombinasi dari berbagai faktor beracun.
Mulai dari kenaikan harga saham yang "tidak dapat dibenarkan" pasca laporan pendapatan kuartal pertama, berita buruk yang terus-menerus tentang hilangnya pangsa pasar di Eropa, hingga "kesadaran bahwa peluncuran robotaxi di Austin minggu depan bisa jadi mengecewakan."
Kini, Tesla berada di persimpangan jalan. Peluncuran program percontohan robotaxi di Austin bisa menjadi katalisator positif jangka pendek. Namun, jika peluncuran itu gagal atau tersendat, hal itu justru akan membuka risiko yang lebih besar bagi perusahaan.
Lihat Juga :