Waspada World ID: Paspor Digital Sam Altman Iming-iming Uang, Pakar Ingatkan Risiko Data Biometrik
Selasa, 06 Mei 2025 - 09:05 WIB
Penggunaan pemindaian iris mata menimbulkan pertanyaan tentang potensi penyalahgunaan data, meskipun Worldcoin berulang kali menyatakan bahwa data biometrik hanya digunakan untuk proses verifikasi dan tidak disimpan secara permanen.
Kode enkripsi hasil pemindaian memang disimpan dalam database untuk mencegah pendaftaran ganda, namun keraguan tetap menghantui sebagian masyarakat. "Takut datanya disalahgunakan," ungkap salah satu pengguna di media sosial.
Menanggapi kekhawatiran ini, pengamat keamanan siber dari Vaksincom, Alfons Tanujaya, memberikan peringatan kepada masyarakat untuk berhati-hati dalam memberikan data biometrik kepada pihak ketiga.
“World.id yang diinisiasi Sam Altman tujuannya baik untuk membedakan manusia dengan bot. Ini bisa sangat banyak membantu misalnya saat war tiket, bot tidak bisa ikut. Apalagi ketika menjadi syarat di media sosial, maka tidak ada lagi bot," ujarnya dalam pernyataan resmi.
Meski potensi manfaat World ID dalam membedakan manusia dan bot menarik, Alfons Tanujaya tetap menekankan risiko yang mungkin timbul jika data biometrik ini dikelola oleh pihak yang tidak bertanggung jawab atau jika terjadi kebocoran data.
Sejauh pengamatannya, Alfons menilai proses pemindaian iris mata yang dilakukan Worldcoin cukup transparan dan pengamanan datanya sejauh ini mengikuti standar keamanan yang berlaku. Namun, risiko organisasi pengelola data memiliki niat buruk tetap ada.
Sayangnya, tujuan baik tidak diikuti dengan itikad baik. Layanan Worldcoin di Indonesia terganjal masalah regulasi.
Kode enkripsi hasil pemindaian memang disimpan dalam database untuk mencegah pendaftaran ganda, namun keraguan tetap menghantui sebagian masyarakat. "Takut datanya disalahgunakan," ungkap salah satu pengguna di media sosial.
Menanggapi kekhawatiran ini, pengamat keamanan siber dari Vaksincom, Alfons Tanujaya, memberikan peringatan kepada masyarakat untuk berhati-hati dalam memberikan data biometrik kepada pihak ketiga.
“World.id yang diinisiasi Sam Altman tujuannya baik untuk membedakan manusia dengan bot. Ini bisa sangat banyak membantu misalnya saat war tiket, bot tidak bisa ikut. Apalagi ketika menjadi syarat di media sosial, maka tidak ada lagi bot," ujarnya dalam pernyataan resmi.
Meski potensi manfaat World ID dalam membedakan manusia dan bot menarik, Alfons Tanujaya tetap menekankan risiko yang mungkin timbul jika data biometrik ini dikelola oleh pihak yang tidak bertanggung jawab atau jika terjadi kebocoran data.
Sejauh pengamatannya, Alfons menilai proses pemindaian iris mata yang dilakukan Worldcoin cukup transparan dan pengamanan datanya sejauh ini mengikuti standar keamanan yang berlaku. Namun, risiko organisasi pengelola data memiliki niat buruk tetap ada.
Sayangnya, tujuan baik tidak diikuti dengan itikad baik. Layanan Worldcoin di Indonesia terganjal masalah regulasi.
Lihat Juga :