Sam Altman Akui Kesepakatan Militer Ceroboh, Tingkat Uninstall OpenAI Naik 200 Persen

Jum'at, 06 Maret 2026 - 10:56 WIB
loading...
Sam Altman Akui Kesepakatan...
Kecerdasan buatan yang selama ini membantu Anda merangkum dokumen, kini resmi direkrut menjadi bagian dari mesin intelijen militer. Foto: Reuters
A A A
AMERIKA - OpenAI akhirnya terpaksa mengubah kesepakatan yang mereka jalin dengan pemerintah Amerika Serikat (AS) terkait penggunaan kecerdasan buatan (AI) untuk operasi militer rahasia.

CEO OpenAI, Sam Altman, pada hari Senin menyatakan pihaknya akan menambahkan klausul yang secara tegas melarang sistem mereka digunakan untuk memata-matai warga negara AS.

Revisi ini juga memastikan bahwa lembaga intelijen seperti National Security Agency (NSA) tidak bisa menggunakan sistem OpenAI tanpa adanya modifikasi kontrak lanjutan.

Privasi data adalah komoditas yang sangat sensitif. Publik secara otomatis menolak teknologi yang disinyalir terafiliasi dengan pengawasan massal pemerintah.

Hal ini terbukti dari data perusahaan intelijen pasar Sensor Tower yang mencatat bahwa tingkat rata-rata harian penghapusan (uninstall) aplikasi ChatGPT melonjak tajam hingga 200 persen dari tingkat normal, tepat setelah kesepakatan dengan Departemen Pertahanan AS ini diumumkan pada hari Jumat.

Melalui platform X, Altman mengakui bahwa perusahaannya melakukan kesalahan karena terburu-buru merilis informasi tersebut.

"Kami benar-benar mencoba meredakan situasi dan menghindari hasil yang jauh lebih buruk, tetapi saya pikir itu justru terlihat oportunistis dan ceroboh," akunya, seraya menyebut isu ini menuntut komunikasi yang jelas.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
4 Teknologi Mutakhir...
4 Teknologi Mutakhir di Piala Dunia 2026, Pesepak Bola Akan Jadi Avatar
Rayakan Hari Jadi ke-30,...
Rayakan Hari Jadi ke-30, Lexar Padukan Visi Teknologi AI dan Sinergi Global
Ilmuwan Pastikan AI...
Ilmuwan Pastikan AI Belum Bisa Kalahkan Teori Soal Iklim
Meta Akui Chatbot AI...
Meta Akui Chatbot AI Menyebabkan Ribuan Akun Instagram Diretas
Acer Luncurkan Dua Kacamata...
Acer Luncurkan Dua Kacamata Pintar dengan Gambar Virtual 172 Inci
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, AI Dilibatkan Langsung dalam Operasi Medis
LM FEB UI Tekankan Pentingnya...
LM FEB UI Tekankan Pentingnya Merekayasa Human Performance di Era AI
Siapa Han Seong-sook?...
Siapa Han Seong-sook? PM Korea Selatan Perempuan Pimpin Transformasi AI
Penggunaan AI Melesat...
Penggunaan AI Melesat Sebabkan Harga Mobil Naik Signifikan
Rekomendasi
AS Rayakan 250 Tahun...
AS Rayakan 250 Tahun Kemerdekaan, Soroti Masa Depan Kemitraan Strategis dengan Indonesia
GTV Targetkan Ribuan...
GTV Targetkan Ribuan Peserta Liga Bintang Juara, Siapkan Babak Nasional di Jakarta
Trump Murka, AS akan...
Trump Murka, AS akan Serang Iran dengan Sangat Keras Malam Ini
Berita Terkini
Ini Susunan Direksi...
Ini Susunan Direksi dan Komisaris Terbaru Telkomsel 2026
Kuburan Paus Terbesar...
Kuburan Paus Terbesar dalam Sejarah Ditemukan di dasar Samudra Hindia
SpaceX Siap Luncurkan...
SpaceX Siap Luncurkan Pusat Data AI di Orbit Paling Cepat Tahun 2027
Mengenal Siri AI di...
Mengenal Siri AI di WWDC 2026 dan Apa Saja Fitur Barunya?
Iran Temukan Pangkalan...
Iran Temukan Pangkalan Angkatan Laut Berusia 2.000 Tahun di Selat Hormuz
Apa Itu Siri AI Apple...
Apa Itu Siri AI Apple dan Mengapa 1,3 Miliar iPhone Tak Bisa Menjalankannya?
Infografis
10 Radar Militer Terbaik...
10 Radar Militer Terbaik di Dunia, Sudah Teruji di Medan Perang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved