Dibantu Eropa, Diam-diam Ukraina Serang Rusia dari Luar Angkasa
Senin, 07 April 2025 - 10:52 WIB
Pangkalan Udara Engels adalah instalasi militer strategis Rusia dengan dua landasan pacu beton sepanjang 3.500 meter, mampu melayani pesawat-pesawat pembom berat seperti Tu-95MS, Tu-160, dan Tu-22M3. Namun, sasaran utama Ukraina kali ini bukanlah pesawat-pesawat tersebut, melainkan gudang amunisi yang terletak di sudut timur laut kompleks pangkalan.
Foto satelit pasca-serangan menunjukkan bahwa gudang amunisi tersebut benar-benar hancur lebur, dengan beberapa fasilitas penyimpanan lain juga mengalami ledakan berantai.
Para analis menyimpulkan bahwa Ukraina kemungkinan telah mengantongi informasi intelijen soal pengiriman amunisi bernilai tinggi ke pangkalan itu, dan memilih menyerang saat amunisi belum sempat dimuat ke pesawat pembom.
Pada 27 Maret, Staf Umum Angkatan Bersenjata Ukraina mengumumkan bahwa serangan ini telah menghancurkan total 96 rudal jelajah Kh-101 milik Rusia. Kerugian tersebut diperkirakan mencapai lebih dari 100 juta dolar AS, setara dengan dua bulan kapasitas produksi Biro Desain Raduga—pabrik pembuat rudal itu.
Selain kehilangan rudal, Rusia juga kehilangan bahan bakar penerbangan dan amunisi lainnya yang disiapkan untuk serangan ke Ukraina. Para pakar memperingatkan bahwa serangan ini kemungkinan besar akan berdampak pada kemampuan pengeboman strategis Rusia dalam beberapa bulan ke depan.
Walaupun sebagian fasilitas penyimpanan di area tersebut berada di ruang terbuka, amunisi strategis Rusia umumnya disimpan dalam bangunan beratap, sehingga sulit dideteksi secara langsung oleh satelit. Namun, citra sebelum serangan menunjukkan aktivitas pengangkutan kontainer GK-120 yang diyakini berisi rudal Kh-101 ke fasilitas penyimpanan khusus.
Foto satelit pasca-serangan menunjukkan bahwa gudang amunisi tersebut benar-benar hancur lebur, dengan beberapa fasilitas penyimpanan lain juga mengalami ledakan berantai.
Para analis menyimpulkan bahwa Ukraina kemungkinan telah mengantongi informasi intelijen soal pengiriman amunisi bernilai tinggi ke pangkalan itu, dan memilih menyerang saat amunisi belum sempat dimuat ke pesawat pembom.
Pada 27 Maret, Staf Umum Angkatan Bersenjata Ukraina mengumumkan bahwa serangan ini telah menghancurkan total 96 rudal jelajah Kh-101 milik Rusia. Kerugian tersebut diperkirakan mencapai lebih dari 100 juta dolar AS, setara dengan dua bulan kapasitas produksi Biro Desain Raduga—pabrik pembuat rudal itu.
Selain kehilangan rudal, Rusia juga kehilangan bahan bakar penerbangan dan amunisi lainnya yang disiapkan untuk serangan ke Ukraina. Para pakar memperingatkan bahwa serangan ini kemungkinan besar akan berdampak pada kemampuan pengeboman strategis Rusia dalam beberapa bulan ke depan.
Walaupun sebagian fasilitas penyimpanan di area tersebut berada di ruang terbuka, amunisi strategis Rusia umumnya disimpan dalam bangunan beratap, sehingga sulit dideteksi secara langsung oleh satelit. Namun, citra sebelum serangan menunjukkan aktivitas pengangkutan kontainer GK-120 yang diyakini berisi rudal Kh-101 ke fasilitas penyimpanan khusus.
Lihat Juga :