Ilmuwan Temukan Gumpalan Air Raksasa yang Hilang di Tengah Atlantik

Sabtu, 22 Maret 2025 - 02:35 WIB
Hingga ditemukannya massa air ini – yang diberi nama Perairan Khatulistiwa Atlantik – para ahli telah melihat adanya percampuran air di sepanjang ekuator di Samudra Pasifik dan Hindia, tetapi tidak pernah di Atlantik.

"Tampaknya kontroversial bahwa massa air ekuator hadir di Samudra Pasifik dan Hindia tetapi hilang di Samudra Atlantik karena sirkulasi dan pencampuran ekuator di ketiga samudra tersebut memiliki ciri-ciri umum," kata Viktor Zhurbas, seorang fisikawan dan ahli kelautan di Institut Kelautan Shirshov di Moskow, kepada Live Science .

"Massa air baru yang teridentifikasi telah memungkinkan kita untuk melengkapi (atau setidaknya menggambarkan dengan lebih akurat) pola fenomenologis massa air dasar di Samudra Dunia."

Air laut merupakan campuran lapisan dan massa yang saling terkait yang bercampur dan terpecah iStock

Seperti tersirat dalam namanya, Perairan Khatulistiwa Atlantik terbentuk dari bercampurnya beberapa badan air terpisah oleh arus di sepanjang garis khatulistiwa.

Untuk membedakan massa tersebut dari air di sekitarnya, ahli kelautan menganalisis hubungan antara suhu dan salinitas di seluruh lautan — yang menentukan kepadatan air laut.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!