Spesifikasi Bom MK-84, Bom Seberat 1 ton yang Dikirim Trump untuk Israel
Rabu, 26 Februari 2025 - 16:44 WIB
Bom MK-84 mulai digunakan sebagai senjata perang sejak era perang Vietnam, hingga kini MK-84 terus digunakan dalam berbagai konflik, termasuk dalam pemboman Yugoslavia tahun 1999, perang teluk, perang Irak, perang Afghanistan dan yang baru ini terjadi digunakan oleh Israel dalam perang Israel-Hamas di jalur Gaza. Diketahui di tahun 2023 dan 2024 Amerika mengirimkan lebih dari 14.000 bom MK-84 kepada Israel. Dan telah digunakan secara luas di jalur Gaza.
Salah satu tragedi penggunaan bom MK-84 terjadi pada 13 Juli 2024 yang akhirnya menewaskan komandan Hamas yaitu Rafa Salama dan lebih dari 90 warga sipil tewas akibat penggunaan bom MK-84. Kemudian tragedi selanjutnya terjadi pada tanggal 27 September 2024 dimana tragedi ini dilakukan oleh Israel dalam pembunuhan Hasan Nasrallah pemimpin Hizbullah di Lebanon.
Kembalinya Donald Trump sebagai pemimpin Amerika Serikat nyatanya tidak menghentikan dukungan senjata perang kepada Israel. Baru-baru ini diketahui Amerika mengirimkan sebanyak 1.600 bom MK-84 kepada Israel disusul dengan pembalikkan pembekuan senjata oleh pemerintahan Trump.
Pasokan bom MK-84 yang dikirim Amerika dengan cepat diangkut ke pangkalan Angkatan Udara Israel yang menandakan simbol dukungan Militer Washington dalam konflik Gaza kepada Israel.
Meskipun faktanya telah banyak warga sipil yang menjadi korban perang Israel-Hamas di jalur Gaza namun hal ini tidak menghentikan dukungan Amerika terhadap Israel secara langsung. Terlebih dampak penggunaan bom MK-84 di daerah berpenduduk di Gaza akan lebih luas memakan korban terutama warga sipil.
Hal ini tentunya menimbulkan kekhawatiran internasional dilihat dari sisi kemanusiaan dan hukum perang yang ada. Organisasi hak asasi manusia, termasuk Aksi Kekerasan Bersenjata (AOAV), juga telah memperingatkan bahwa penggunaannya di daerah berpenduduk sering mengakibatkan korban sipil massal dan kerusakan infrastruktur jangka panjang. Namun dukungan Amerika terhadap Israel nyatanya masih kuat dan tak tergoyahkan.
M/G Alya RamadhantyVardiansyah
Salah satu tragedi penggunaan bom MK-84 terjadi pada 13 Juli 2024 yang akhirnya menewaskan komandan Hamas yaitu Rafa Salama dan lebih dari 90 warga sipil tewas akibat penggunaan bom MK-84. Kemudian tragedi selanjutnya terjadi pada tanggal 27 September 2024 dimana tragedi ini dilakukan oleh Israel dalam pembunuhan Hasan Nasrallah pemimpin Hizbullah di Lebanon.
Kembalinya Donald Trump sebagai pemimpin Amerika Serikat nyatanya tidak menghentikan dukungan senjata perang kepada Israel. Baru-baru ini diketahui Amerika mengirimkan sebanyak 1.600 bom MK-84 kepada Israel disusul dengan pembalikkan pembekuan senjata oleh pemerintahan Trump.
Pasokan bom MK-84 yang dikirim Amerika dengan cepat diangkut ke pangkalan Angkatan Udara Israel yang menandakan simbol dukungan Militer Washington dalam konflik Gaza kepada Israel.
Meskipun faktanya telah banyak warga sipil yang menjadi korban perang Israel-Hamas di jalur Gaza namun hal ini tidak menghentikan dukungan Amerika terhadap Israel secara langsung. Terlebih dampak penggunaan bom MK-84 di daerah berpenduduk di Gaza akan lebih luas memakan korban terutama warga sipil.
Hal ini tentunya menimbulkan kekhawatiran internasional dilihat dari sisi kemanusiaan dan hukum perang yang ada. Organisasi hak asasi manusia, termasuk Aksi Kekerasan Bersenjata (AOAV), juga telah memperingatkan bahwa penggunaannya di daerah berpenduduk sering mengakibatkan korban sipil massal dan kerusakan infrastruktur jangka panjang. Namun dukungan Amerika terhadap Israel nyatanya masih kuat dan tak tergoyahkan.
M/G Alya RamadhantyVardiansyah
(dan)
Lihat Juga :
tulis komentar anda