Hasil Riset: Angka Kelahiran dan Tingkat Kesuburan di Negara ASEAN Menurun

Senin, 27 Januari 2025 - 09:04 WIB
Wakil Redaktur ASEAN Briefing Ayman Falak Medina mengatakan bahwa perubahan iklim dan menurunnya angka kelahiran merupakan isu yang perlu mendapat perhatian untuk memastikan prospek pertumbuhan kawasan.

"Meskipun perubahan iklim akan menjadi tantangan bagi ASEAN, saya yakin tantangan yang lebih besar adalah mengatasi penurunan angka kelahiran dan kesuburan karena hal ini akan berdampak pada produktivitas secara keseluruhan, dan akibatnya pada kemampuan setiap negara untuk mengatasi perubahan iklim.

"Singapura, Thailand, Vietnam, dan Malaysia semuanya mengalami perubahan demografi akibat populasi yang menua," ungkapnya kepada Bernama dalam wawancara melalui email. (ASEAN Briefing adalah publikasi dari firma layanan korporat internasional, Dezan Shira and Associates.)

Para ahli mengatakan penurunan populasi dapat memengaruhi pertumbuhan ekonomi, pembangunan sosial, kekurangan tenaga kerja dan berkurangnya populasi pemuda. Namun, beberapa juga berpendapat bahwa penurunan laju pertumbuhan penduduk memiliki efek positif.

Diantaranya adalah peningkatan kualitas hidup, berkurangnya tekanan finansial, dan berkurangnya permintaan terhadap sumber daya alam utama seperti energi, tanah, dan air.

Pada tahun 2030, satu dari empat warga Singapura akan berusia 65 tahun atau lebih, sementara Thailand memperkirakan 25 persen penduduknya akan mencapai usia tersebut pada tahun 2040. Vietnam juga mengalami hal yang sama, dengan hampir 30 persen penduduknya diproyeksikan akan berusia 60 tahun atau lebih pada tahun 2040. Tahun 2050. .

"Penuaan penduduk di Malaysia berlangsung lebih lambat, dengan 14,5 persen penduduknya diperkirakan berusia 65 tahun ke atas pada tahun 2040. Indonesia, Brunei, Kamboja, Myanmar, dan Laos juga tengah bersiap menghadapi populasi yang menua," katanya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!