Kutub Utara Bergeser, GPS dan Sinterklas Perlu Kalibrasi Ulang!
Selasa, 24 Desember 2024 - 15:46 WIB
Dua Lobus Magnetik Raksasa
Penelitian menunjukkan bahwa dua lobus magnetik raksasa, satu di bawah Kanada dan satu lagi di bawah Siberia, adalah penyebab pergeseran kutub magnetik utara. Pergeseran ini terkadang cukup dramatis sehingga diperlukan pembaruan darurat di luar siklus 5 tahun yang biasa.WMM dengan Resolusi Lebih Tinggi
WMM terbaru tidak hanya lebih akurat, tetapi juga memiliki resolusi yang lebih tinggi. Peta ini menawarkan detail lebih dari 10 kali lipat dibandingkan versi sebelumnya, dengan resolusi spasial sekitar 300 km di khatulistiwa dibandingkan dengan standar 3.300 km.Dampak Pergeseran Kutub Magnetik
Pergeseran kutub magnetik utara berdampak signifikan pada sistem navigasi, termasuk GPS dan kompas. Menurut tim BGS, jika Anda bepergian 8.500 km dari Afrika Selatan ke Inggris dalam garis lurus menggunakan WMM lama, Anda akan meleset sejauh 150 km dari tujuan Anda!Pembaruan Sistem Navigasi
Perusahaan pemetaan dan logistik, pemerintah, dan agensi resmi akan memperbarui sistem navigasi mereka dengan WMM terbaru. Namun, Anda tidak perlu khawatir untuk memperbarui ponsel atau perangkat GPS Anda secara manual, karena pembaruan akan terjadi secara otomatis.Sejarah Penemuan Kutub Magnetik Utara
Kutub magnetik utara pertama kali ditemukan oleh Sir James Clark Ross di Kanada utara pada 1831. Sejak itu, para peneliti terus melacak pergerakannya dengan presisi yang semakin tinggi menggunakan pengukuran di darat dan pembacaan dari satelit di luar angkasa.Baca Juga: Memanas! AS dan China Berebut Kuasai Kutub Selatan Bulan
Lihat Juga :