Ilmuwan China Ciptakan AI Militer dengan Manfaatkan Teknologi Meta
Jum'at, 15 November 2024 - 23:24 WIB
Para peneliti memanfaatkan model Llama 13B dari Meta dan menambahkan parameter mereka sendiri untuk menciptakan alat kecerdasan buatan (AI) yang ditujukan untuk aplikasi militer.
Alat ini diharapkan mampu mengumpulkan dan memproses data intelijen serta menyediakan informasi yang akurat dan dapat diandalkan untuk mendukung pengambilan keputusan.
Para peneliti juga mengoptimalkan kemampuan ChatBIT untuk berdialog dan melakukan tanya jawab di bidang militer. Chatbot itu dinyatakan unggul dibandingkan beberapa model AI lainnya, bahkan disebut memiliki kemampuan sekitar 90 persen lebih baik daripada ChatGPT-4 milik OpenAI.
Namun, para peneliti tidak menjelaskan lebih lanjut mengenai kriteria pengukuran kinerja atau penggunaan model AI tersebut.
Meta telah meluncurkan banyak model AI, termasuk Llama, untuk publik. Namun, penggunaannya memang dibatasi, salah satunya jika memiliki lebih dari 700 juta pengguna, pengguna harus mendapatkan izin dari Meta.
Meta juga melarang penggunaan AInya untuk tujuan militer, perang, industri atau aplikasi nuklir, serta spionase. Selain itu, juga untuk kegiatan yang terkait dengan ekspor pertahanan Amerika Serikat, termasuk pengembangan senjata dan konten yang bertujuan untuk menghasut atau berisi kekerasan.
Alat ini diharapkan mampu mengumpulkan dan memproses data intelijen serta menyediakan informasi yang akurat dan dapat diandalkan untuk mendukung pengambilan keputusan.
Para peneliti juga mengoptimalkan kemampuan ChatBIT untuk berdialog dan melakukan tanya jawab di bidang militer. Chatbot itu dinyatakan unggul dibandingkan beberapa model AI lainnya, bahkan disebut memiliki kemampuan sekitar 90 persen lebih baik daripada ChatGPT-4 milik OpenAI.
Namun, para peneliti tidak menjelaskan lebih lanjut mengenai kriteria pengukuran kinerja atau penggunaan model AI tersebut.
Meta telah meluncurkan banyak model AI, termasuk Llama, untuk publik. Namun, penggunaannya memang dibatasi, salah satunya jika memiliki lebih dari 700 juta pengguna, pengguna harus mendapatkan izin dari Meta.
Meta juga melarang penggunaan AInya untuk tujuan militer, perang, industri atau aplikasi nuklir, serta spionase. Selain itu, juga untuk kegiatan yang terkait dengan ekspor pertahanan Amerika Serikat, termasuk pengembangan senjata dan konten yang bertujuan untuk menghasut atau berisi kekerasan.
Lihat Juga :